Thursday, 24 January 2013

naruto chapter 616


ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 616, BERPUTAR DAN BERTAHAN
===========================

Malam yang tenang, Sasuke telah sampai di tempat yang sudah tak asing lagi yaitu Konoha. Bersama dengan Suigetsu, Juugo, dan Orochimaru, mereka berempat telah masuk kawasan desa. Dan tinggal beberapa langkah lagi, Sasuke akan sampai di tempat tujuannya.

Tak lama setelah sampai, mereka merasakan suatu chakra yang aneh.
"Chakra ini ... Apa ini sebenarnya?" pikir Suigetsu.
"Mereka semua dapat merasakan chakra ini meski mereka bukan tipe sensor." pikir Orochimaru, "Ini adalah ..."

"Ayo jalan.."ujar Sasuke tak peduli tak terus melangkah,
"Bawa kami ke sana Orochimaru." ucapnya.
"Huh, ini bahkan tak mengganggunya sama sekali." pikir Orochimaru, dan perjalanan merekapun berlanjut.

Naruto Chapter 616
Teks Version by www.Beelzeta.com

Kembali ke medan perang, semangat Naruto telah kembali. Berkat Hinata, semua keraguannya menghilang. Naruto bahkan telah kembali ke mode Bijuu. Naruto dan Hinata berpegangan tangan, dan sesuatu yang mengejutkan terjadi. Tubuh Naruto diselimuti oleh chakra Kyuubi. Dan tak hanya dirinya, chakra itu juga menjalar ke Hinata.

Hinata kaget, begitu pula dengan Madara, Obito, dan para shinobi aliansi. "I-Ini ... Kyuubi ... Bukan, ini Chakra Naruto!" pikir Shi.

"Aku telah mengubah chakaku dan menyerahkannya padamu, Naruto." ucap Kyuubi di alam bawah sadar Naruto. "Yah, aku mulai bisa menggunakannya, ayo kita lakukan bersama-sama, Kurama!!" seru Naruto.

"Shinobi dari klan Nara itu ..." Kyuubi memikirkan Shikaku, "Dia menganalisa kemampuan mengirim chakraku dengan sangat baik." pikirnya. "Maaf karena sudah membuatmu lama menunggu. Untuk sekarang, beberapa kagebunshin sepertinya akan baik-baik saja." ucapnya.

"Wow, Naruto memegang chakra ini ..." pikir kagum Hinata.

"Kagebunshin no Jutsu!!" Naruto menciptakan tiga bayangan, kemudian menyebar mereka ke berbagai penjuru medan perang. Bayangan-bayangan Naruto menghampiri para shinobi. "Cepatlah, ini masalah waktu, Naruto!" ucap Shikamaru.

"Ya, maaf sudah membuat lama menunggu!" Naruto meraih tangan Shikamaru, dan kemudian tubuh Shikamaru diselimuti oleh chakra Kyuubi. Wow. "Chouji, Ino!!" Naruto juga mengalirkan chakra tersebut ke tubuh Ino dan Chouji.

"Y-Yah!!"

"I-Ini ... Kalorinya ..." Chouji kaget, tubuhnya diselimuti chakra dan lemaknya kembali seperti semula. "Hei Chouji, kau menjadi gemuk lagi!" ucap Ino.

Tak hanya mereka, seluruh shinobi aliansi diberi chakra Kyuubi secara cuma-cuma oleh Naruto. Dengan beberapa bayangan, proses transfer bahkan menjadi semakin cepat dan efisien. Para shinobi mendapat chakra kyuubi, dan dengan ini aliansi seolah memiliki ribuan Kyuubi.

"Si bocah Naruto itu .... Dia ingin membagikan chakra pada mereka semua!?" Madara kaget.

"Hakke Kuushou!!" Hinata menyerang salah satu ekor Juubi yang hendak menyerangnya dengan jurusnya, tentunya ditambah chakra yang telah Naruto berikan. Dan hasilnya, wow, serangan Hinata menjadi begitu kuat. Ekor Juubi bahkan berhasil dipentalkan.

"Ke-kekuatan ini, begitu besar!" pikir Hinata.
"Dia melakukan itu hanya dengan serangan Kuushou?"

"Gadis kecil itu menjadi kuat setelah menerima chakra dari Naruto." pikir Madara.

----- Flashback sesaat sebelum bijuudama Juubi menghancurkan Markas Pusat-----

"Kalian mengerti strateginya, kan? Pertama-tama, Ino-Shika-Chou!" ucap Shikaku. Shikamaru lalu bertanya, "Bagaimana kalau strateginya tidak berhasil?"

"Tetaplah hidup dan pandu mereka semua dengan kemampuanmu sendiri, Shikamaru." ucap Shikaku. Shikamaru kaget. Tentu saja, siapapun akan kaget saat mendapat kepercayaan sebesar itu. "Markas pusat akan segera lenyap." ucap Inoichi.

"!!" Shikamaru memasang tampang sedih, namun tak bisa berbuat apa-apa selain apa yang ayahnya percayakan. Dan saat itu, bayangan masa lalu terlintas.

Saat itu, Shikamaru sedang bermain Shogi dengan ayahnya. Dan saat itu pula, Shikaku berkata. "Heh, sebagai seorang ayah, satu-satunya yang bisa kulakukan hanyalah bermain shogi denganmu, tak ada hal lain."

Kemudian Shikamaru menjawab, "Itu saja sudah cukup."
Shikaku kaget. "Aku sudah tumbuh, dengan melihat punggungmu."

"Hah ..." Shikaku lega setelah mendengar hal itu.

Sama seperti Shikamaru, Ino juga mendapat pesan dari ayahnya. "Ino ... Kamu tumbuh seperti Bush Clover, bunga ungu yang merupakan simbol dari klan Yamanaka."

"Cinta yang positif, kan?"

"Itu bukanlah satu-satunya arti." ucap Inoichi, "Apa yang paling aku banggakan sebagai ayahmu adalah, perasaanmu terhadap teman-temanmu. Sampai akhirnya, kau mampu mekar menjadi secantik Bush Clover."

"Hiks ..." Ino meneteskan air mata. Namun kini, hal itu sudah berlalu, dan apa yang menunggu didepan adalah pertarungan.

Sat! Shikamaru dan Ino melancarkan jutsunya. Ino mengunci target, yang mengarah entah ke Obito, atau langsung ke Juubi. Namun yang pasti, Ino berhasil, "Aku berhasil masuk!" ucapnya.

"Cih, ini lagi?" pikir kaget Obito.

"Uwaaaahhh!!!" Chouji mengangkat ekor Juubi. Dengan tenaganya, ditambah kekuatan yang Naruto berikan, Chouji benar-benar hebat. Selanjutnya, Shikamaru mengikat bayangan Juubi, membuat pergerakannya terhenti.

"Terus menerus, dan sekarang jutsu pengikat bayangan klan Nara." ucap Madara.

"Jangan meremehkan, klan Nara!!" tak hanya Shikamaru, anggota klan Nara lainnya juga membantu. Dengan bantuan chakra Naruto, kekuatan mereka menjadi berlipat-lipat. "Bagus, kita berhasil menghentikannya, Ino!"

"Ukkh ..." Ino sudah kelelahan. "Apa kau baik-baik, saja!?" Kiba memapahnya. "Ya ..." jawab Ino.

Di sisi lain, "Neji!!!" Lee menangis, ia menghampiri tubuh Neji dan tak kuasa membendung kesedihannya. "Jangan menangis, Lee ..." ucap guru Gai. "Lee, selama kau mengingat perasaan Neji, dia akan terus hidup di dalam diri kita."

Untuk sekedar diketahui, ternyata belum semua shinobi dialiri chakra kyuubi oleh Naruto. Misalnya saja Lee, guru Gai, Tenten, Kakashi ...

----- Naruto Chapter 616 -----

"Huh, aku akan mengajarkan kalian sesuatu ..." Obito berteriak, "Apa yang membuatku terus hidup sejauh ini, itu juga mampu menciptakan kutukan yang kuat!!"

"Naruto ..." Kakashi berbicara pada Naruto, "Aku memberitahumu kalau aku tak akan membiarkan temanku mati. Itu juga merupakan sesuatu yang ingin kuyakinkan pada diriku sendiri. Tapi, ada begitu banyak teman yang tak tak bisa kulindungi sejauh ini. Itulah kenapa tiap kali aku berjanji untuk melindungi mereka, aku harus berhadapan dengan kenyataan saat aku tak bisa melakukannya. Kau harus mengambil luka itu bersamamu selamanya."

"Itulah kenapa kita yang akan menahannya ...
Kita adalah ninja!" ucap Naruto. Sebagai catatan, kata Ninja dapat berhati bersembunyi atau menahan.

"Aku tak akan pernah melupakannya. Dan ngomong-ngomong, luka itu berarti kalau temanku masih berada di dalam diriku. Teman sejati bukanlah apa yang kuciptakan di dalam mimpi agar dia tak bisa terluka. Itu hanya akan menghapus teman yang sebenarnya. Mungkin apa yang kau katakan memang kutukan. Tapi, aku tidak peduli. Aku akan tetap menjaga Neji di sini!" bentak Naruto sambil menunjuk dadanya dengan kepalan tangan.

Bagaimana lanjutan kisahnya??
-Yg drasakan Sasuke dkk kemungkinan adalh Juubi..
-msih jd misteri tujuan sbnrx sasuke? Mungkn kan menemui Tetua Konoha? Atau yg lain jd tujuanx yaitu menghancurkn konoha..??
===========================
Bersambung ke Naruto Chapter 617

naruto chapter 615


ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 615, " TERHUBUNG "
============================
* Neji Meninggalkan Medan Perang *

Sebelum nya di chapter 614, sebuah pengorbanan dari seorang hyuga, yang rela kehilangan nyawa nya untuk menolong teman nya!! Selamat tinggal Neji hyuga!!

Neji yang berada di dalam pelukan naruto mati dengan terseyum, sementara naruto yang melihat itu terlihat menangis, seolah tak percaya teman baiknya sudah tiada.....
Naruto pun mengingat SUMPAH nya yang ia ucap kan pada Obito dan Madara, "aku Takan membiarkanmu membunuh teman-teman ku!!!"
naruto terdiam sejenak, kemudian meletakan jasad neji di tanah.
"kau bilang kau tidak akan membiarkan teman-teman mu terbuh??" ucapa obito yang memancing amarah naruto.

"baik jangan lewatkan yan it juga..." ucapnya lagi sambil menunjukan pada naruto bahwa banyak korban yang berjatuhan.

"COBA KATAKAN UCAPAN MU WAKTU ITU..."
degh.... naruto teramat kaget melihat teman-temannya dari aliansi shinobi banyak yang tewas karna serangan Juubi.
"KU BILANG, COBA KATAKAN UCAPANMU WAKTU ITU..." teriak obito, seolah olah ia ingin menunjukan rasa keputus asaan ke pada naruto.
"teman-temanmu merasakan jadi kedinginan, dan merasakan mereka benar benar mati.."

Ayah hinata yang berada disitu pun juga kaget, "Neji mati??".
Seluruh pasukan terlihat tak percaya , khusus nya shinobi konoha.. terlihat wajah kesedihan di raut wajah mereka.

" hal Ini akan segera berlanjut! ! Ucapan mu yang tak berguna dan semangat yang kau tunjukan tak terbukti!!
Inilah yang terjadi jika kau membicarakan tentang harapan dan cita-cita, Ini lah KENYATAAN!!!"Ucap lagi obito, semakin membuat naruto kehilangan percaya diri. mental naruto pun terlihat semakin menurun.

Naruto, apa yang kau miliki di kenyataan ini? Kau tak punya ayah dan ibu, guru mu jiraiya telah mampus, dan selama kau masih terus menentang, TEMAN2 MU AKAN MATI SATU PERSATU!!

"obito..."pikir kakashi yg tak percaya dengan teman masa kecilnya.

"tapi, ada sesuatu yang harus kau sadari, dan hal yang harus kau sadari di depan mu adalah RASA KESEPIAN MU!!!!!!!!!"Ucapn obito semakin membuat mental naruto makin hancur.

" Hizashi, maafkan aku, aku telah membiarkan neji mati...."ujar hiazshi.

"Kau telah menjadi seperti diriku dulu. obito..."ucap madara yang ada di samping obito.
Naruto akan segera menyerah kalau begini, ayo kita buat alianshi shinobi merasakan keputus asaan.."ajak madara.

"sekarang tak perlu menyesali kenyataan ini, ayo naruto...." Ucap obito

PLAKKK, tiba2 hinata menampar naruto, naruto yang terdiam pun mulai sadar..
Hinata pun terlihat sangat sedih, sedih kehilangan neji dan sedih melihat keadaan naruto.

Obito yang melihat itu sedikit kaget..

"apa kau mengerti apa yang di pikirkan kak neji pada ucapan nya sebelum nya?? Jika kau hidup di dunia ini tidak untuk mu sendiri, naruto-kun!! kata2 mu dan keyakinan mu, bahwa kau tak kan membiarkan teman mu mati, itu bukan suatu kebohongan.. karena kata2 itu kak neji bisa sejauh ini..."ucap hinata, perkataan hinata pun membawa angin segar bagi naruto ♥

"semua ini bukan hanya tentang mu, semua orang terus berucap di dalam hati mereka , dan itulah bagaiamana cara semua orang hidup untuk salaing terhubung bersama-sama.. itulah yang dirasakan teman-teman kita...
Jika semua orang, termasuk dirimu menyerah hanya karena ucapan dan pemikiran, kematian kak neji akan sia-sia..."

dan itu lah yang akan membuat semua teman2 mu terbunuh!! mereka tak kan menganggap mu kawan lagi, Itulah yang ku pikirkan..."ucap hinata.

Obito terlihat sedikit kesal dengan ucapan hinata.

"jadi, ayo kita berdiri dan bertarung bersama-sama lagi, naruto kun.. selalu berjalan kedepan dan tak menghiraukan kata2 orang itu .."ucap hinata sambil memegang pipi naruto.
"itulah sebab nya, naruto.. hinata pun siap mati untuk mu , demi hidup mu.."naruto memikirkan perkataan neji sebelum meninggal.

* di alam bawah sadar naruto*

"tentu saja, bukan cuma kau seorang, apa kau melupakan aku."ucap kurama pada naruto.
"aku tau, aku tak kan meninggalkan teman2 ku, atau melupakan mereka.. tapi neji...."ucap naruto.
"berhenti mengeluh!! atau aku akan mekan mu.. :ucap kurama.

apa kau lupa, ayah dan ibu mu melakukan apa yg di lakukan nbeji saat kau lahir? mereka menyegel ku, musuh mereka di dalam tubuh mu dan mempercayakan masa depan pada mu... hidup mu sudah terhubung dengan 2 orang saat kau lahir.."ucap kurama.

" hu, seperti nya ia menungugu jawaban dari naruto... sepeti nya obito sangat penasaran dengan jawaban anruto..SUDAH CUKUP!!!"madara segera mengendalikan juubi untuk meyerang.

"jangan terburu buru!! juubi nanti juga akan terluka, kulit nya masih keras.."obito membentak madara yg mengendalikan juubi...
sementara juubi telah menyiapkan bijuudama ke arah alisnsi shinobi.

di tengah perdebatan dua uchiha, bee yang tenaga nya sudah pulih bersiap menembakan bijuudama dengan bantuan sai , metreka terbang dan mengarahkan bijuudama ke mulut juubi yg bersiap menmbakan bijuudaama.

"hati2 bee sama, maju!!"teriak karui.

Blarrr, hachibi menembakan bijuudama hingga masuk ke dalam cangkang juubi..
"Rasakan itu!!!"teriak hachibi.

Blaarrr, tubuh juubi yanbg di balut cangkang tadi pun terlihat hancur...
semua yang ada disitu terpental akibat efek bijuudama...

"jangan dipaksakan!!"ucap salah satu shinobi.
"percuma menghkwatirkan aku, aku tak takut melindungi aliansi.."ucap hachibi.

Naruto perlahan menurunkan tangan hinata dari pipi nya..
"benar, tak cuma ayah dan ibu. selama ini telah ...
Hinata, terima kasih.."ucap naruto.


" Hidup ku tidak cuma aku seorang, terima kasih sudah berada di sisi ku, hinata... dan neji aku berteima kasih pada mu juga...

"tangan anruto kun besar dan kuat.."pikir hinata yang sedangan berpegangan tangan bersama naruto.

" Aku tak kan melepas genggan mu...ayo hinata, kau membuat ku merasa nyaman!!"ujar naruto yg KEMBALI DALAM MODE KURAMA.

SAMBIL MEMEGANG TANGAN HINATA, SEMANGAT ANRUTO KEMBALI BERKORBAR.... DAN BERSIAP MENGHADAPI DUO Musuh Berat DARI UCHIHA

BERSAMBUNG ke Chapter 616...???
============================

naruto chapter 614


ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 614, UNTUKMU
===========================

"Shikamaru ..." Chouji khawatir akan keadaan Shikamaru. Akan tetapi, pemuda itu tetap tegar dan hanya berkata, "Kita sedang berada dalam pertempuran! Tak perlu ada komentar yang tidak perlu. Kau juga, Ino. Kita semua akan melakukan apa yang ayahku katakan."

Kelihatannya, strategi yang hendak Shikaku beritahukan telah sampai pada mereka.

"A-apa maksud semua ini?" Naruto bertanya-tanya. Kemudian Neji datang padanya dan berkata, "Maksudnya kaulah kunci dari strategi ini."

"Bukan itu! Maksudku, apa yang terjadi pada Shikaku dan Inoichi!?"

Neji terdiam.

Naruto Chapter 614 - Untukmu
Teks Version by www.Beelzeta.com

Sebelum Neji sempat menjawab pertanyaan Naruto, Juubi kembali menyerang. Dengan ekornya, ia menghempaskan shinobi-shinobi yang ada di belakang Naruto. "Gyaaaahhh!!!" Teriak mereka.

"Neji!!" Ayah Hinata berlari, "Putar kanan!"
"Ya!!" Ia dan Neji kemudian menggunakan jurus mereka untuk menghalau serangan Juubi. "Hakkeshou Kaiten!!" Putaran mereka berdua berhasil menahan ekor Juubi.

"W-wow, Hyuuga benar-benar kuat!! Neji sungguh jenius ..." Naruto terpaku melihat serangan itu.

"Apa mereka berhasil mementalkannya!?"
"Itu adalah teknik klan Hyuuga dari Konoha!" ucap seorang shinobi aliansi yang kelihatannya berasal dari luar Konoha. "Dulu saat masih perang kami susah payah menghadapinya."

"Jangan lengah, Naruto!!"
"Kita sedang berada dalam medan perang, dan kita sedang bertarung!!" ucap Neji dan pamannya, "Beberapa orang mungkin mati ... Tapi, kalau kita kalah dalam perang ini, semua orang akan mati!"

"Ya, aku tahu itu!" ucap Naruto.

"Aku yakin kalau ayah Shikamaru dan Ino akan senang, sebagau seorang shinobi, mereka pergi sebelum anak-anak mereka, seperti ayahku." ucap Neji. "Untuk strateginya, kita butuh kekuatanmu, Naruto!! Dan untuk membuatya berhasil ..."
"Kami akan melindungi Naruto-kun sampai akhir!!" Seorang gadis Hyuuga juga telah bersiap di sebelah Neji.

"Hinata!?"

"Berhati-hatilah!! Klan Hyuuga adalah yang terkuat dari desa Konoha!!" ucap ayah Hinata.

----- Naruto Chapter 614 -----

Di sisi Obito dan Madara, "Aku ingin segera menyerang sebelum mereka memulai kembali pembicaraan yang tanpa akhir itu, tapi aku tak mampu mengendalikan Juubi sepenenuhnya."

"Ayo kita lakukan dengan ini sebelum perubahan selanjutnya. Ini akan bekerja." ucap Madara. "Kelihatannya kau belum bisa mengendalikan Juubi sepenuhnya sebelum menjadi jinchirikinya." ucap Obito.

Sejenak Madara terdiam, kemudian menjelaskan, "Untuk menjadi jinchurikinya, aku butuh tubuh hidup sungguhan, bukan sekedar mayat bergerak yang diciptakan oleh Edo Tensei."

"Alasan kenapa kau tidak memusnahkan pasukan aliansi di depan kita dengan Bijuudama, adalah karena kalau kau melakukannya, aku juga akan mati, begitu kan? dan kau tak ingin hal itu terjadi." ucap Obito. "Karena untuk menjadi jinchuriki, kau butuh benar-benar dibangkitkan. Dan untuk melakukan itu, aku harus mengorbankan nyawaku sendiri untuk meggunakan jutsu Rinne Tensei padamu. Dengan kata lain, pada posisimu sekarang, terpaksa kau harus menuruti segala perintahku, jangan lupakan itu."

"Kau tumbuh menjadi sedikit lebih sulit untuk diajak bersepakat ya." ucap Madara.

"Sejak awal aku memang tidak berniat untuk menjadi temanmu." ucap Obito.
"Hmm, ya sudah, lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"

"Kita akan melanjutkannya, mengajarkan rasa keputusasaan yang lebih dalam pada mereka."

Dari ekor-ekornya yang menyerupai telapak tangan, Juubi menembakkan jarum-jarum dari kayu tajam, besar, dan sangat amat banyak. "Mokuton : Sashiki no Jutsu!!"

"Gyaaaahh!!!" Beberapa shinobi tertusuk oleh duri-duri raksasa tersebut, tertusuk menembus tubuh mereka.

"Terlalu banyak, tahan serangannya!!" Neji dan keluarganya kembali menggunakan jutsu mereka untuk menepis hujan duri tersebut. Karena bagaimanapun, jumlah sebanyak itu mustahil untuk bisa dihindari, sama seperti air hujan yang jatuh.

"Aku bisa saja menghentikannya untuk beberapa waktu menggunakan jutsu elemen tanahku sampai kekuatan Kyuubi kembali, tapi aku butuh waktu untuk mengumpulkan chakra." Pikir Kitsuchi, komandan divisi kedua.

"Ukhhh!!!" Banyaknya serangan bahkan sampai membuat Neji terkena. "Terlalu banyak, kecepatan putaranku masih belum cukup." Pikirnya.

Namun begitu, apa yang tadi Neji dan yang lainnya lakukan sudah cukup untuk memberi Naruto waktu. "Terimakasih, Neji! Berkat kalian aku mampu ke saga mode!"

Naruto telah bersiap dengan Rasenshuriken di tangannya, dan kemudian ia melempar serangan itu. Menerobos hujan duri, kemudian meledak dan menghalau sebagian besar tembakan yang menuju ke arah mereka.

Akan tetapi, setelahnya serangan terus saja berlanjut. Naruto kembali lagi menggunakan rasenshuriken untuk menghalau serangan. Namun pada akhirnya, ia kelelahan dan rebah, "Haah, haah ..."

Sebuah duri hampir saja mengenai tubuh Naruto, namun untuk Hinata melindunginya.

Tak berhenti dengan serangan itu saja, Juubi kembali menggunakan ekornya yang berbentuk tangan itu untuk menyapu para shinobi aliansi.

"Hakke Kuuhekishou!!" Ayah Hinata menghalau ekor Juubi dengan serangan yang kuat. Namun meski ditahan, Juubi kembali mampu menembak dari ujung jari telunjuknya, dan kali ini menuju tepat ke arah Naruto.

"Sial! Serangan terarah? Jumlah serangannya terlalu banyak!" Pikir ayah Hinata, "Kuushou Hinata dan Neji tidak akan tepat waktu!!"

Namun dengan beraninya, Hinata menggunakan tubuhnya sendiri untuk melindungi Naruto dari tembakan duri-duri tajam itu.

"!!?"

"Doton : Sand no Jutsu!!!" Kitsuchi dengan elemen tanahnya menciptakan balok batu raksasa yang menjepit tubuh Juubi. "Sekarang!!!"

Juubi tertahan, dan para shinobipun kembali menyerang.

Sementara itu, di sisi Naruto, "Tim Medis!!!" Ia berteriak, karena keadaan seseorang di depannya benar-benar sangat parah. Dan ternyata itu bukanlah Hinata, melainkan Neji. Tak mau Hinata mengorbankan dirinya, Neji sendiri yang langsung melindungi Naruto dengan tubuhnya. "Tim Medis!!"

"Tidak ... Aku ... Sudah siap ..." ucap Neji, yang punggungnya telah tertembus oleh duri-duri kayu.

"Neji!!"
"Neesan ..."

"Naruto ...
Hinata-sama ...
Aku real, mati demi kalian ...
Hidupku, adalah milik kalian ..."

"Ke-kenapa? Kau adalah Hyuuga ..."

"Di masa lalu, kau telah membebaskanku dari nasib terkutukku ..." Neji teringat masa lalu. Ketika Ujian Chuunin, saat ia berhadapan dengan Naruto, saat itu Neji berkata padanya : "Kau hanyalah kegagalan, dan itu tak akan pernah berubah. Beritahu aku, kenapa kau begitu keras kepala merubah takdirmu!?"

"Karena kau berkata kalau aku adalah kegagalaan ..." Balas Naruto saat itu.

Flashback berakhir, kembali ke Neji yang telah benar-benar sekarat, dan Naruto bertanya, "kenapa kau real ... untuk mengorbankan hidupmu demi aku?"

"Karena ... kau berkata kalau aku seorang jenius ..." Untuk terakhir kalinya, Neji tersenyum, dan tanda di dahinya perlahan mulai memudar.
"Ayah ... akhirnya aku mengerti ... Kebebasan yang ayah rasakan saat memilih untuk mati demi melindungi rekanmu ..."ujar Neji

Seekor burung terbang ke udara, membawa perasaan Neji yang telah terbebas dari segalanya. Tapi tak lama burung itu mengepakan sayapnya, duri Juubi menusuk dan membunuhnya.

"Oarghhh!!!!" Juubi melepaskan diri dari belenggu batu Kitsuchi. dan dari atas sana, Obito berteriak pada Naruto, "Bukankah kau bilang kalau kau tak akan membiarkan temanmu mati, Naruto!?"ungkapnya.

Hinata meneteskan air mata, sementara Neji telah wafat sebagai pahlawan.

========================p===
Bersambung ke Naruto Chapter 615

naruto chapter 613


ALUR CERITA NARUTO 613, "PIKIRAN "
============================

Naruto melempar rasenshurikennya ke arah Madara dan Obito, karena bagaimanapun, merekalah otak di balik aksi Juubi.

"Jadi, kali ini mereka menjadikan kami sebagai target? bukan Juubi?
Oh yah, menyerang otak musuh memang merupakan dasar dalam perang." Pikir Madara, yang meski hendak diserang oleh begitu banyak shinobi, ia masih tampak tenang-tenang saja.

Terlihat Darui menyiapkan tembakan, begitu pula dengan yang lain yang sudah benar-benar siap untuk menyerang. "Daigo Tomon ... Buka!!" Lee dan gurunya juga telah bersiap.

"Tapi untuk menyerang kami ..."

"Oarghhhh!!!!!!!!" Juubi memblok serangan mereka. Ia mampu keluar dari lubang yang menahannya itu, dan bahkan kini wujudnya semakin sempurna.

"Kalian harus menghentikan Juubi terlebih dahulu."

Naruto Chapter 613
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Bagaimana bisa!? Bukankah kita telah menahan Juubi!?" Pikir heran para shinobi aliansi. Mereka memang sudah berusaha. Namun mau bagaimana lagi, Juubi terlalu kuat untuk bisa ditahan hanya dengan serangan kombinasi seperti tadi.

Ekor-ekor Juubi yang ujungnya membentuk jari mengibas dan menghempaskan beberapa shinobi, "Aaaarghhh!!!!!!"

"Apa kau baik-baik saja!?"
"Sial!!!" Para shinobi terdesak.

Juubi muncul dengan wujud yang semakin sempurna. Ekor-ekornya seperti yang telah dijelaskan tadi memiliki ujung yang menyerupai tangan. Muncul tanduk-tanduk dari kepalanya, dan kaki serta tangan yang semakin jelas. Namun meski begitu, wujudnya masih terlihat terlalu kurus.


Dan bersamaan dengan berevolusinya wujud Juubi ini, ketidakseimbangan bola yang ada di markas menjadi semakin tidak stabil. "Ini mustahil!! Bola sensornya ..."
"Terlihat seperti bintang kecil!"

"Jadi pada dasarnya kita tak bisa menghentikan Juubi ..." ucap ayah Shikamaru, Shikaku.
"Dia hanya mempertahankan kekuatannya untuk berubah."

"Bagaimana bisa kita menghentikan mahluk itu!? Kita bahkan tak punya waktu untuk menyerang mereka berdua!!" ucap ayah Ino.

Kembali ke medan perang, beberapa shinobi sudah tampak terbaring kesakitan. "Tim medis, cepat!!" Perintah salah seorang shinobi.
"Ma-mahluk itu menyeramkan ..." ucap Kiba.

"Ukhh ..."
"Kalau kita tak bisa menghentikannya, kita semua berakhir." ucap Kakashi.
"Daripada membuang waktu untuk takut, lebih baik gunakan waktumu untuk mengumpulkan chakra. Kita harus selalu siap menerima perintah dari markas pusat."

"Kita harus menghentikan Juubi, apapun alasannya. Atau tidak, kita tak akan mampu untuk menyerang mereka berdua yang merupakan otak di balik ini semua. Tapi, bagaimana bisa kita melakukannya?" Shikaku berpikir keras. "Bloking adalah spesialisasi dari kita tiga klan, tapi tetap saja melawan monster itu, pada akhirnya kita hanya akan membuang-buang chakra ..."

"!!!" Shikaku terpikir akan sesuatu, kemudian dengan cepat ia meminta ke ayah Ino, "Inoichi, hubungkan aku ke Kakashi!!"

"Ya!!" Inoichipun menghubungkan mereka.

"Kakashi, ini aku! Ada satu hal yang ingin aku pastikan mengenai rangkaian pertarungan yang aku katakan ..."

"Gwooohhh!!!!!" Juubi berteriak, semakin sempurna meski masih tampak cacat.

"Huh ..." Madara mulai merasakan Juubi yang dipijaknya bergetar.
"Setelah ini, akan semakin sulit untuk mengendalikan Juubi. Gunakan sel Hashirama untuk memperkuat ikatannya!" Perintah Madara ke Obito. Kemudian, mereka berduapun mengeluarkan suatu batangan kayu dari tubuh mereka dan menempelkannya ke tubuh Juubi.



"Bukankah kau ingin melihat ...
Betapa kuatnya Juubi dalam bentuk ini ..."
"Yah, kita akan menunjukannya pada mereka ... Bagaimana keputusasaan itu." ucap Obito.

"Rooarrrr!!!!" Juubi berdiri tegak bagai seorang manusia, dengan tubuh yang masih terlihat kurus. Dan, baru hanya tangan kanannya saja yang tumbuh.

"I-Ini ... mustahil!!!" ucap Shinobi di ruangan pengawas itu. Keadaan bola tadi menjadi semakin tak stabil, begitu tidak terkendali. "Shikaku-dono, Inoichi-dono!!"

"Sial, kamuinya tak mau bekerja tepat waktu." Pikir Kakashi.
"Gunakan doton di bawah kakinya."
"Ya!!"

Jutsu elemen tanah menyerang kaki Juubi, membuatnya terguling dan terjatuh. Akibatnya, bijuudama yang hendak ia tembakan menjadi melesat ke arah yang tidak karuan, melesat di kejauhan sebelum akhirnya meledak. Booomm!!!

"Serangannya sampai di jarak sejauh itu!?" Kakashi kaget.
"Benar-benar berada di level yang jauh berbeda dengan bijuudama lainnya, kekuatan macam apa itu!?"
"Kalau dengan kontrolnya yang tidak sempurna saja seperti itu, maka tembakan selanjutnya ..."

Bammmm!!!!!!! Juubi kembali menembak ke kejauhan, begitu jauh, dan bahkan tembakannya sampai di sebuah desa, membuat desa itu hancur berantakan. "Astaga ... Kota di jarak sejauh itu dihancurkannya dengan mudah!!" ucap seorang shinobi pendeteksi.

Juubi terus mengamuk, dan menembak ke tempat-tempat yang jauh. "Oarghhh!!!!!!"

"Ini aneh! Kenapa dia hanya mengincar tempat yang jauh!?" ucap Ao, salah satu shinobi pendeteksi yang bertugas di markas.
"Ini artinya, semua kota, siapapun ada dalam jangkauan serangannya ..."

"Apa ini artinya, para Daimyou, penduduk desa dari berbagai negara tidak aman!?"
"Para shinobi yang ada di medan tempur bertarung untuk melindungi semuanya." ucap Shikaku, "Arah yang diincarnya adalah ..."

Juubi kembali menembak ke kekejauhan.

"I-Itu ..."
"Ada apa, Ao-dono!?" Inoichi bertanya.
"Kumohon jangan panik dan dengar perkataanku ..." Ao hendak mengatakan kenyataannya. Namun sebelum itu, Shikaku sudah tahu dan mengatakan, "Serangannya kali ini datang ke arah kita."

"!!?" Orang-orang di markas kaget.
"Kalau begitu, kita harus segera kabur!!"
"Heh, dengan daya hancur Bijuudama yang sebesar itu, sudah terlambat!! Apa sejak awa; kau pikir kau aman hanya karena kau bertugas di markas pusat?"
"Tidak! Aku juga seorang shinobi! Aku sudah siap untuk mati di dalam misi kapanpun! Tapi, aku belum mau mati sebelum melakukan sesuatu yang membantu ..."

Bijuudama terus bergerak menuju ke arah mereka.

"Apa yang harus kita lakukan, Shikaku!?"
"Kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan sampai akhir." ucap Shikaku. "Aku memiliki strategi untuk menghentikan Juubi. Ini akan menjadi pekerjaan terakhir kita, hubungkan aku dengan orang-orang yang ada di medan tempur."

Iapun dihubungkan ke orang-orang, sementara Bijuudama sudah semakin mendekat.
"Semuanya, dengarkan aku!!"

Terlihat Shikamaru mendengar dengan seksama. Namun tiba-tiba, raut wajahnya berubah. Perlahan, dari sigap menjadi raut kehilangan. Sepertinya, bijuudama sudah menghancurkan tempat itu tepat sebelum Shikaku memberitahukan rencananya.

Ino menangis. Tentu saa, bagaimanapun ayahnya juga ada di tempat itu.

"Akhirnya, kita berhasil memusnahkan mereka." ucap Madara, "Dengan ini, kita telah menghancurkan otak di balik aliansi shinobi. Yah, itulah dasar dalam perang kan ..."

APAKAH SHIKAKU DAN LAINNYA TEWAS...???
========================p===
Bersambung ke Naruto Chapter 614

naruto chapter 612


ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 612, "JUTSU ALIANSI SHINOBI"
===========================

"Aliansi Shinobi no Jutsu, huh? Sesuatu yang benar-benar dipaksakan." ucap Madara.
"Kami akan menggunakan jutsu itu untuk menghentikanmu!" ucap Naruto.
"Kau salah. kenapa kau tak bisa mengerti kalau menghentikan kami adalah sesuatu yang percuma?" ucap Obito. "Sesuatu yang kau anggap jutsu itu akan bubar tak lama setelah perang ini berakhir. Dan kemudian, seseorang akan melakukan lagi yang seperti kami lakukan. Kau tak akan bisa menang di dunia ini, tak peduli betapa besarpun kau berusaha. Mulai sekarang kau harus tahu, tak ada harapan di dunia ini."ujar Obito.

"Aku tak peduli!!" tegas Naruto membantah habis semua kalimat Obito,
"Menurut pendapatku, harapan itu masih ada!!" Lanjut Naruto, Bersama dengan seluruh bala bantuan dari aliansi shinobi yang ada di belakangnya, Naruto benar-benar terlihat mengagumkan.

Naruto Chapter 612 - Aliansi Shinobi no Jutsu
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Sepertinya memang percuma kita berdebat mengenai itu selama medan perang, ayo segera selesaikan semua ini." ucap Madara. Kemudian Naruto berpendapat, "Saat orang-orang memiliki pendapat yang berbeda, kau harus menerapkan pendapat yang paling banyak kan? Apa yang kami lakukan?"



"Huh, usul yang menarik." ucap Obito, "Kalau begitu kita akan memutuskannya setelah kami membasmi kalian semua. Dan lalu ..."

"Jadi itu keputusanmu ya? Tapi ..."

"Dunia ini ..." Naruto dan Obito mengucapkan kalimat dunia ini secara bersama-sama. Akan tetapi, masing-masing dari mereka memiliki lanjutan yang berbeda.

"Akan segera berakhir!"
"Tak akan berakhir!"

Setelahnya, para shinobi memulai serangan. "Ayo maju, semuanya!!!!" Para ninja dari berbagai negara yang bergabung menjadi satu itu melesat ke posisi masing-masing. "Ini adalah perang yang menentukan, maju!!"

"Bagus, kau mampu mengulur waktu, Naruto!" ucap Shikaku lewat penghubung telepati.
"Apa kau memiliki waktu untuk sebuah strategi?"
"Tidak hanya itu, berkatmu aku juga dapat menginformasikan pada semuanya tentang itu. Aku bahkan tak punya waktu untuk terkejut saat Kakashi mengatakan padaku kalau lelaki bertopeng itu adalah Uchiha Obito. Untuk memenangkan pertarungan ini, kita harus tetap melakukan langkah awal dan menjaga agar mereka tidak melancarkan serangan balasan. Dari informasi yang aku dapatkan, kelihatannya musuh memiliki mata yang bagus."

Para shinobi itu menyerang bukan tanpa pola, melainkan dengan strategi yang telah dipikirkan sebelumnya, "Pertama, gunakan distraksi untuk memperlambat gerakan mereka, dan kurangi kemampuan melihat mereka, untuk itu, Shinobi Kumogakure!"

"Raiton : Raikouchuu!!" Mereka menggunakan cahaya untuk merusak penglihatan lawan, yang kemudian disusul oleh ninjutsu tembakan laser, "Ranton : Reiza Sakasu!!!"

"Begitu ..." Madara mencoba bertahan dari serangan-serangan itu. "Mereka mencoba untuk membuatnya seolah mengincar kita, tapi sebenarnya yang menjadi target mereka adalah mata Juubi."

Serangan berlanjut, "Kemudian gunakan kabut dari shinobi Kirigakure, dan serangga sebagai teknik pengganggu. Selanjutnya, pasir dalam jumlah yang sangat besar yang terbentuk akibat ranton tadi, gunakan angin kemudian ambil dan kendalikan mereka! Orang-orang dari Sunagakure, sekarang!!"

"Fuuton : Kiryuu Ranbu!!" Serangan angin yang bercampur dengan berbagai material itupun dilancarkan.

"Dengan itu kalian akan mampu benar-benar memblok penglihatan mereka, dan sekaligus membuat kalian mustahil untuk dirasakan. Karena mahluk itu sangat besar, ia tak akan bisa bersembunyi. Kita akan mendapat keuntungan dari ini."

"Tiap desa hanya memberitahunya jutsu-jutsu mereka padanya di awal, dan sekarang ia mampu menerapkannya dalam pertempuran. Bukan kebetulan kalau ia adalah ayah dari Shikamaru." pikir Temari.

Tak diam begitu saja, Obito mengambil tindakan. Dengan kemampuan mata sharingannya, ia menghilangkan serangga-serangga itu. Namun tetap saja, ada banyak hal yang menghalangi pandangan mereka.

"Dengan ini kita tak bisa merasakan keberadaan mereka." ucap Madara.
"Kita harus membiarkan Juubi memangkas mereka." ucap Obito.

"Shinobi dari Iwagakure, sekarang!!"

"Ya, kami tahu!" Merekapun melancarkan jutsunya, "Doton : Daichi Doukaku!!"
Tercipta suatu jurang raksasa di bawah Juubi, yang dengan ini membuat tubuh monster itu terkurung.

"Setelah menekan penglihatan, selanjutnya menjerat tubuhnya."

"Ukh!!"

Serangan dilanjutkan oleh tembakan elemen Lava, "Youton : Sekkaigyou no Jutsu!!"

"Segera setelah Juubi terjatuh, tuangkan lavanya dengan cepat. selanjutnya shinobi Kirigakure! Tuangkan bersama dengan air!"

"Ya, Suiton : Suidan no Jutsu!!!!"

"Shinobi dari Konoha, lakukan serangan penutup!"

Puluhan Shinobi dari klan Sarutobi mengatur barisan dan bersiap untuk menembak, "ANggota klan Sarutobi, ayo!!!!"



"Katon : Gouen no Jutsu!!!!" Merekapun menyemburkan api.

"Setalah larva dan air tercampur, kemudian keringkan menggunakan kekuatan api. Jadi, campurannya akan mengeras dan membuat tubuh Juubi terblok."

Bagai terperangkap dalam lubang semen, Juubi terjebak dan terkunci di sana.

"Aku tak bisa mempercayai ini." ucap Madara.
"Hm?"

"Mengejutkan para shinobi dari kelima negara yang berbeda itu dapat menciptakan kombinasi sesempurna ini." Bahkan Madara mengakuinya.

"Kalau kita tak menghentikan Juubi pertama, kita tak akan mampu untuk menyerang Obito dan Madara. Juubi adalah alat mereka untuk mengaktifkan jutsunya. Merekalah otak di balik itu, jadi kalau kita menghentikan mereka, kemungkinan Mugen Tsukuyomi juga akan terhenti. Akan tetapi, kita tak bisa menahan kekuatan Juubi terlalu lama. Hanya kekuatan fisik yang berpengaruh pada Madara, siapapun yang memiliki kemampuan dalam Taijutsu harus segera menyerangnya. Obito memiliki kemampuan untuk menembus berbagai serangan. Namun berdasarkan informasi yang ku dapat, itu hanya untuk lima menit. Kerja sama dengan tim medis dan buat serangan yang dapat bertahan terus menerus lebih dari lima menit. Dan Naruto ... Sekarang adalah saatnya untuk apa yang kau katakan ... Aliansi Shinobi no Jutsu!!!!!"

SHinobi-shinobi dengan jutsu mereka masing-masing telah bersiap untuk menyerang, dengan dipimpin oleh Naruto yang berada di depan dan telah siap dengan Rasenshuriken.

"Menyedihkan sekali." ucap Madara dengan tampang meremehkan.
"Ya, mereka mengharapkan sesuatu yg tidak mungkin.. Dan pada akhirnya perlahan keberadaan mereka juga tak ada.. Juubi juga akan mencapai titik sempurnanya.."Ujar Obito dgn Tenangnya memperhatikan Serangan para Aliansi Shinobi..

"INILAH SAATNYA..........."
==p===============
Bersambung ke Naruto Chapter 613