Sunday, 28 July 2013

naruto chapter 638


Alur Cerita Naruto Chapter 638
"Obito, Jinchuuriki Juubi"
.................................................................................................
Versi Teks Naruto Chapter 638
Sebelumnya : Naruto Chapter 637

(Orang-orang masih bertanya-tanya)
Ninja Aliansi: "Apa yang terjadi?? Juubi... menghilang??"

(Mereka benar-benar tak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi.)
Ninja Aliansi 1: "Apa yang terjadi? Apa mereka sudah berhasil membunuhnya??"

Ninja Hyuuga: "Tidak.."

(Dari jauh klan Hyuuga bisa mengamati apa yang terjadi di sana dengan byakugannya. Sakura penasaran dan kemudian bertanya pada Hinata)

Sakura: "Hinata, kau bisa melihatnya juga, kan?? Apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi!??"

Hinata: "Y-ya!!"

(Tubuh Juubi terhisap ke dalam tubuh Obito. Tubuh Obito-pun mengalami perubahan. Muncul semacam sisik dan sepuluh tanduk atau ekor kecil di punggungnya. Dan di punggung Obito juga, sudah terlihat suatu lambang segel.)



Hinata: "Juubi... telah dihisap sepenuhnya oleh orang itu.. aku sudah mengkonfirmasi chakranya. Jadi ini artinya... Jinchuriki??"


Sasuke: "Dia menjadi seorang Jinchuuriki"

Tobirama: (Kaget) "[A-apa itu??]"
Hashirama: "[Ini buruk... Seorang Jinchuuriki.]"

Minato: "Ini bahkan lebih menyeramkan.. Obito.."


Sasuke: "Naruto, bagaimana kau bisa tahu??"

Naruto: "Aku sudah menjadi teman bijuu!! waktu itu aku menerima chakra dari mereka, karena itulah aku tahu. Aku merasakan chakra para bijuu masuk ke dalam Obito. Juga, aku sudah pernah melihat jutsu pembangkit milik Rikudo sebelumnya. Segel tangannya berbeda!!"

(Segel tangan yang waktu itu Nagato gunakan untuk menggunakan Rinne Tensei memang berbeda dengan yang Obito bentuk.)




Naruto: "Jadi, sejak awal dia memang melakukan jutsu untuk menjadi jinchuriki!!"

Sasuke: "Begitu ya.."

Killer Bee: "Hatssan, apa itu bentuk finalnya??"


Hachibi: "Tidak.. (dalam diri Killer Bee) Kelihatannya seperti digunakan oleh Jinchuriki sebelum ia mencapai bentuk finalnya.."

(Duorrr!!!!!! segel berbentuk gerbang Hashirama cepat dan langsung menghantam tubuh Obito.)
Hashirama: ["Mungkin kau telah menjadi jinchuriki, tapi Myoujinmonnya masih bekerja!!"]

(Segel yang menyegel Obito semakin ditambah hingga bertumpuk-tumpuk.)
Naruto: "Luar biasa!!"

(Akan tetapi, orang-orang semakin dibuat kaget. Segel-segel itu mampu dengan mudah dihancurkan oleh Obito.)
Tobirama: "[Segel yang dulunya digunakan untuk menyegel Juubi...]"

Hiruzen: "[Apa?? Apa dia memang sekuat itu?]"

(Sementara itu, Obito masih terduduk di tempatnya. Hingga kemudian, tangan-tangan raksasa muncul dari punggunya, mencengkram segel kotak yang mengelilingi mereka, dan merobeknya seperti merobek kertas. 



(Para hokage semakin dibuat kaget, dan kemudian mereka berempat kaget. Bunshin-bunshin yang ada di depan Madara juga tampak sudah menghilang.)
Gai: "Mustahil!! Dia menghancurkan Shisekiyoujin!??"

Killer Bee: "Apa cuma perasaanku, atau dia ini memang lebih kuat dari ketika ukurannya besar??"

(Killer Bee benar-benar tak mengerti. Padahal biasanya, Jinchuriki semakin kuat saat berubah.)
Hachibi: "Sebelumnya ia mengeluarkan kekuatan secara membabi buta, namun kini semua itu telah difokuskan.."

Hashirama: "Semuanya, hati-hati!! (teriak) Sekarang kita tak tahu apa yang harus dilakukan, dia telah berhasil mendapat kekuatan Juubi, dan dia telah menghancurkan prisai segelnya!!"

(Tap.. Obito kemudian melompat ke atas, ke hadapan Naruto dan yang lainnya.)
Minato: "Hentikan, Obito!! Sudah cukup!!" (teriak)

Obito: "O...bi...to??" (kebingungan)

Naruto:  "Eh!??" (Naruto dkk. kaget.)

(Tap tap tap!! Hokage pertama, kedua, dan ketiga kemudian muncul di hadapan Naruto dkk.)
Hashirama: "Boleh dikatakan... orang ini lebih kuat dariku."

Hiruzen: "Mungkin ini kurang sopan, tapi apa yang dikatakannya itu benar."

Tobirama: "Meskipun kami membatalkan semua bunshin yang telah kami buat, tetap saja kami tak akan bisa melakukannya."

Madara: "Melihat hokage disudutkan seperti ini, aku tak bisa menunggu lagi.. [Obito menjadi seperti Rikudou Sennin... dia mungkin akan bisa mengantisipasinya sebelum aku bisa menggunakan senjata rahasia (Kartu As) milikku.]"

Naruto: "Eh!??" (Masih kaget)

(Batssss!!!!!!! Tiba-tiba saja Obito bergerak dengan begitu cepat, menebas, dan menghancurkan hokage pertama serta hokage kedua.)


naruto chapter 637



Alur Cerita Naruto Chapter 637
"Jinchuuriki Juubi"
.................................................................................................
Versi Teks Naruto Chapter 637


Sebelumnya : Naruto Chapter 636
(Sambil membentuk suatu segel, Obito terus berteriak. Sementara itu, Madara terlihat tenang-tenang saja.)
Madara: "Obito, kau hanya bagian kecil yang kusiapkan agar aku bisa bangkit kembali."

(Saat itu, Obito yang baru saja diselamatkan oleh Madara tua sempat bertanya, "Apa kau yang sudah menyelamatkanku, pak tua?? Terimakasih.." kemudian, Madara waktu itu membalas, "Masih terlalu dini untuk berterimakasih padaku. Suatu hari nanti...")

Madara (Saat ini): "Kau akan membayarnya."

(Sepertinya saat inilah Obito dipaksa untuk membayar budi Madara dulu. Setelah dulu Madara menyelamatkannya, Kini ia mau Obito juga membantunya untuk hidup kembali.
Hashirama: ["Madara mengendalikannya dengan charkanya.. Apa itu... kinjutsu Rikudou, Rinne Tensei?? Kita tak boleh membiarkannya hidup kembali."

(Hasrirama sontak langsung berteriak pada Naruto dkk.)
Hashirama: "Anak-anak, kalianlah yang paling dekat dengannya, hentikan jutsu dari orang yang ada di atas Juubi itu, sekarang!!"

(Sasuke langsung menerobos, seolah ingin segera menyelesaikannya sendiri.)
Naruto: "Tunggu, Sasuke!!"

Minato: "Begitu ya, sekarang aku mengerti.."

(Di sisi Hashirama, ia kembali menciptakan beberapa bunshin kayu.)
Hashirama: ["Ini adalah batas berapa banyak aku bisa menciptakan bunshin dalam keadaan seperti ini.."]

(Perlu diingat, para kage masih sedang membentuk segel untuk menahan kurungan.)


(Lalu Tobirama juga menciptakan Bunshin)
Tobirama: "Kagebunshin no Jutsu!! [Hanya dua, inilah yang terbaik yang bisa kulakukan..]"

(Minato juga bersiap dengan membentuk suatu segel tangan.)
Madara: "Apa kalian bersiap untuk menyerangku?? Kalaupun begitu kalian tak akan mendapatkan Obito tepat waktu.. Dan kalian pasti mengerti, kan, kalian tak akan bisa menghentikanku hanya dengan bunshin."


Obito: "Ukhhh!!!"

(Obito masih tampak kesakitan. Dan di saat-saat itu, ia teringat akan teman-temannya. Kakashi, Rin, juga gurunya.)
(Di sisi Sasuke, ular yang ditungganginya terus menerobos menuju puncak, menuju tempat Obito. Tapi kemudian, tangan-tangan yang muncul dari tubuh Juubi menghalanginya. Namun meski begitu, jaraknya sekarang sudah cukup.)
Sasuke: "Sudah cukup sampai di sini saja, Aoda, menghilanglah!!"

Aoda: "Aku mengerti, Sasuke-sama!!" (menghilang)


(Sasuke kemudian meloncat, membentuk Susano'o dan kemudian bersiap untuk melesatkan anak panahnya.)
(Di sisi Obito, ia terus teringat dengan saat-saat itu. Waktu itu, Kakashi sedang bersama dengan Rin, berdua. Sementara Obito, ia bersama dengan gurunya, Minato, tak jauh dari tempat itu. "Jangan menyerah." ucap Minato waktu itu. "Rin.. kau menyukainya, bukan? Suatu hari nanti, kita akan menjadi hokage.. Obito.." ucapnya lagi.)

(Slapp! Sebelum Sasuke melesatkan anak panahnya, Minato sudah berada di hadapan Obito dan langsung menebas tubuh Obito.)
Obito: "Se-sensei.."

Minato: "Obito..?" (baru sadar)

(Minato langsung teringat dengan kejadian itu. Manusia bertopeng yang ia lawan dulu, Minato baru sadar kalau itu Obito.)
Minato: "Apa itu... kau??"

Madara: "Yah, itu kesalahan.. Tapi.."

Shinobi Aliansi: "Apa yang akan mereka lakukan?? Itu hokage keempat!!"

Tobirama: ["Dia menggunakan kage bunshin dengan shunshin no jutsu. Apa sejak awal dia sudah menandainya??"]

Minato: "Tanda Hiraishin tak pernah menghilang. Aku belum memberitahumu itu kan, Obito?"


(Tampaknya, tanda bekas pertarungan yang dulu masih tersisa sampai sekarang.)
Minato: "Kalau kau masih hidup, aku ingin kau menjadi hokage. Tapi kenapa.."

Sasuke: (Datang menghampiri Obito dan Minato) "Pada akhirnya semua ini berakhir dengan cepat. Sekarang yang harus kita lakukan adalah menyegel zombie itu, dan perang akan berakhir. Tentu saja, kita juga akan mengurus raksasa ini nanti."

Obito: "Kenapa.. kau yakin sekali kalau perang ini akan segera berakhir?? pengkhianat.."
(Ternyata Obito masih sadar. Sasuke dan hokage keempat kaget. Dan secara mengejutkan dan tiba-tiba, tubuh Juubi menciut dengan mengeluarkan semacam isi tubuhnya ke arah Obito, akibatnya Kakakichi beserta Naruto terseret menuju tempat Obito, Minato dan Sasuke.)

Naruto: (Sambil terlempar bersama ayahnya dan juga Sasuke) "Dia memblok usaha Madara untuk mengendalikannya!! Karena sejak awal, inilah yang diinginkannya!! Dia ingin menjadi... Jinchuriki Juubi!!"

(Secara mengejutkan yang akan menjadi jinchuriki Juubi adalah Obito, dan ia telah terlahir. Tubuhnya nampak seperti memutih.)

Thursday, 27 June 2013

naruto chapter 636

ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 636, " OBITO YANG SEKARANG "
===========================

Obito dan Kakashi sama-sama saling menusuk dgn menembus tubuh masing2.
Kakashi berkata, 
"Obito, apa masih belum cukup??" dan mendadak bayangan mereka berdua lenyap begitu saja.
"Aku sudah muak, ayo kita hentikan genjutsu ini.." ucap Kakashi lagi.
Dan ya, semua itu tadi hanyalah genjutsu yang Obito ciptakan, termasuk lubang di dadanya. Semua itu hanyalah genjutsu belaka.

"Aku tak mau bertarung selamanya.." ujar Kakashi tak mau membuang-buang waktu lagi, dan tampaknya akan serius.
"Masa depanmu adalah kematian.." ucap Kakashi pada Obito, seolah semakin mempertegas niatnya untuk tidak menunda-nuda lagi.

"Maju saja.." tegas Obito tak mau kalah dan ikut memasang kuda-kuda.
Kakashi dan Obito sama-sama memasang kuda-kuda tanda hormat ninja sebelum bertarung, dan hal itu membuat Kakashi teringat akan masa lalu.

Teks Version by www.Beelzeta.com

Saat itu, ketika mereka masih kanak-kanak, mereka pernah berada dalam posisi yang mirip dengan saat ini. Mereka berdua sama-sama memasang kuda-kuda, dan hendak bertarung. Bedanya, waktu itu adalah latih tanding, dan Minato mengawasi mereka.
"Baiklah, pertarungan dimulai!!" kata Gurunya Minato memulainya.

Kakashi dan Obito saling serang, dan di masa sekarang pertarungan mereka juga telah dimulai. Benar-benar mirip, bahkan gerakan dan jenis jurus yang digunakan.
"Katon: Goukakyuu no Jutsu!!" teriak Obito menyerang Kakashi dengan semburan api.

Namun Kakashi mampu menghindarinya, dan terus maju menyerang dengan menggunakan kunainya.
Batsss!!!
Mereka saling tebas dan sama-sama mampu menghindar.

"Obito...
Tekadmu yang dulu...
Masih terus...
Ada di dekatku..."

Pertarungan terus berlanjut.

"Yang bisa kulakukan sekarang adalah...
melindungi Naruto!!"

"Kau... yah, semua orang..
Suatu hari nanti...
akan menjadi sepertiku..."

"Sasuke adalah seorang ninja pelarian..
Seharusnya dia dibunuh..."

"Aku pasti akan membawa kembali Sasuke!!!" ucap Naruto dulu.
Semua Ucapan2 itu Kakashi masih ingat betul dengan saat-saat itu.
Sambil tetap menghadapi Obito, sosok Naruto terus tergambar di benaknya.

"Naruto...
kau tak akan pernah kehilangan jalanmu..
Kau lebih kuat dariku...
Dan jauh lebih unik..."

Kini Kakashi telah berhasil menjatuhkan Obito, sama seperti waktu mereka masih kecil dulu. Waktu itu, Kakashi juga berhasil menjatuhkannya dan kemudian menodongkan kunai ke wajahnya.
"Baik, sudah cukup pertarungannya, pemenangnya Kakashi. Ayo kalian saling menghormat.." ucap Minato saat itu.

Waktu itu mereka berjabat jari, tanda perdamaian, namun tidak saat ini.
"Hanya ini yang bisa kulakukan saat ini.. aku akan melakukan apa yang kubisa. Untuk melindungi Obito yang dulu... aku harus... membunuh Obito yang sekarang!!"

Tak ada istilah damai, Kakashi melanjutkan serangannya hingga benar-benar menembus tubuh Obito, dan ini bukanlah genjutsu.


"Uukhhh!!!"
Obito menghempaskan dirinya ke belakang, dan begitu pula dengan Kakashi. Tampak tubuh Obito menyisakan lubang yang dalam, yang seperti dikatakan tadi bukanlah genjutsu seperti sebelumnya.

"Ini sudah berakhir, Obito.." ucap Kakashi.
"Haah... haah... kau mungkin memenangkan pertarungan ini.." ucap Obito.
"Tapi... aku tak akan membiarkanmu memenangkan perangnya!!!" lanjutnya.


Obito menggunakan jutsu dimensinya dan kembali ke medan perang.
"Ukh!!"
tampaknya Kakashi hendak mengejar, namun energinya telah terkuras.
***

Di medan perang, di sisi Madara, tampak Susano'onya telah berhasil menusuk tubuh bunshin Hashirama, meski Madara cuma duduk-duduk.

"Hashirama.. kau terlalu banyak memfokuskan kekuatanmu pada tubuhmu yang asli, bunshin mu jadi tidak menyenangkan untuk dipakai bermain.." ucap Madara.

"Madara..
kau juga telah..."

Brukkk...
Bunshin Hashirama kembali menjadi kayu dan kemudian lenyap.

Kemudian, Madara merasakan sesuatu.
"Itu??" pikirnya.
Krn suatu pusaran muncul tak jauh darinya, dan kemudian Obito muncul dari sana Dalam keadaan sekarat.
"Uukhh..."
(tubuhnya jatuh terhempas ketanah)

"Aku tak membutuhkannya lagi.." ucap Madara dalam hati.
Ia kemudian bersiap untuk melakukan Rapalan Tangan.
"Aku ingin bertarung melawan Hashirama sebelum menjadi Jinchuriki, tapi... sepertinya tak ada cara lain lagi.." pikirnya.

"Gyaaahhh!!!"
Obito berteriak Kesakitan, bersamaan dengan segel yang Madara rapal.
"Tubuhku..."
Obito merasakan ada sesuatu yang salah dari tubuh bagian kirinya Bergerak Sendiri, (tubuhnya yg Separuh adalah Tubuh Madara untuk menutupi Cacat Tubuh Obito yg dulu Rusak..).
"Gyaaahhh!!!"
setengah tubuh Obito berubah menjadi gelap.

"Inilah waktunya untuk membangkitkanku kembali menggunakan Rinne Tensei.." pikir Madara.
Ia hendak memanfaatkan Obito untuk merapalkannya jutsu pembangkit tersebut.
Obito seolah tak mampu mengendalikan dirinya,
meski keadaan Terdesak, ia sempat teringat akan Wajah Kecil Rin,

Dan dgn Secara Paksa, Obito pun bangkit dan membentuk segel tangan,
"Woooooaaahhhh!!!!!"
Teriak Histeris Obito..
Membuat Semua Shinobi yg menyaksikan dibuat terkejut....

SEBUAH KESADISAN MADARA

APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA?
===========================
Bersambung ke Naruto Chapter 637 Selanjutnya..


Sunday, 23 June 2013

naruto chapter 635


ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 635 " HARAPAN BARU "
============================

Sementara perang terus berlanjut, di sisinya Lain kini tampak Orochimaru dan Karin dgn Suigetsu,, sedang berada di atas dahan pohon raksasa, tak jauh dari tempat Tsunade terbaring. 
Di sekitar tubuh Tsunade, tampak ratusan Katsuyu kecil, empat katsuyu yang ukurannya lebih besar, dan satu yang paling besar lagi.

"Uukh, besar sekali siputnya.. aku jadi penasaran berapa banyak garam yang harus digunakan untuk mengalahkan mereka.." ucap Suigetsu.
"Itu hanyalah bagian kecil dari Katsuyu, kuchiyose yang dipanggil dari Shikkotsu. Aslinya jauh lebih besar lagi.." jelas Orochimaru.

"Yang harus kita pikirkan itu mengenai hokage kelima, bukan siput-siput ini!!" ucap Karin menyela.
"Kau tak perlu mendengar apa yang dia katakan, orochimaru-sama, lanjut saja pada rencana kita.."lanjutnya..

Teks Version by www.Beelzeta.com

"Apa kau kesal karena kau dijauhkan dari Sasuke??" tanya Orochimaru.
"Tentu saja... tidak!!! ayo langsung saja, Suigetsu bodoh!!" bentak Karin.
"Kenapa kau marah padaku!??? seseorang yang hanya ingin menuangkan garam pada siput??" tanggap Suigetsu Dgn Kesel..

"Pertama, Tsunade.. ayo.." kata Orochimaru, ia tak mau berlama-lama lagi dan kemudian meloncat ke bawah menuju tempat Tsunade berada.
Keadaan Tsunade begitu kritis, tubuhnya terpisah lumayan jauh dan hanya dihubungkan oleh ratusan Katsuyu kecil. Dan... meski tak diperlihatkan dengan jelas, sepertinya tubuh mudanya telah menjadi keriput.

"Tsunade-sama!!" Katsuyu yang paling besar kaget saat Orochimaru dan dua rekannya mendarat di sana.

"Eh?? Apa Hokage kelima memang setua ini??" pikir Karin bertanya-tanya.
"Uukh, dan pinggangnya juga, panjang sekali.." ucap Suigetsu. Dua bagian tubuh Tsunade dihubungkan dengan gumpalan katsuyu, jadi kelihatannya seperti dia punya pinggang yang panjang.

"Kelihatannya kau sudah melakukannya dengan berlebihan, Tsunade.." ucap Orochimaru.
"Orochimaru??" ujar dlm Hati, dalam kondisi kritisnya Tsunade masih mampu mengingat suara mantan teman satu kelompoknya itu.

"Katsuyu, aku datang kemari untuk merawat Hokage kelima.." ucap orochimaru pada katsuyu yang paling Besar,
"Aku bukan musuh lagi sekarang.." jelasnya.


"Tak ada alasan bagiku untuk mempercayaimu.. Dan lagi, harusnya kau sudah mati!!" ujar Katsuyu.

"Kalau kau melihatku melakukan sesuatu yang mencurigakan, kau bebas membunuhku dengan asammu itu.." ucap Orochimaru.
Dan mengingat keadaan Tsunade yang semakin parah, Katsuyu tak punya pilihan lain selain percaya.
"Baik, aku percaya padamu.." ucapnya.

"Kau lebih cepat mengerti dibanding Manda..! Baiklah, pertama-tama, di mana para kage lainnya??" Kata Orochimaru.


"Mereka sedang dirawat oleh bagian-bagianku yang lain.." empat Katsuyu yang ukurannya bisa dibilang sedang-sedang itu ternyata sedang menyelimuti empat kage lainnya.
"Luka mereka benar-benar serius.." jelas Katsuyu.

"Katsuyu, kenapa proses penyembuhanmu begitu lambat meskipun kau ada di sini??"
"Aku bisa menggunakan kekuatanku tergantung kekuatan Byakugou Tsunade-sama.
Kondisi Tsunade-sama benar-benar lemah saat ini, jadi aku tak bisa menggunakan kekuatan penuhku." jelas Katsuyu.

"Jadi begitu cara kerjanya, ya? Yah, benar juga, sejauh yang kuingat aku belum pernah melihat Tsunade selemah ini, jadi ini masuk akal.." ucap Orochimaru.

"Aku mencoba untuk menahan agar Kuchiyosenya tidak menghilang, dan fokus dalam penyembuhan di saat yang bersamaan. Jadi, aku tak bisa menghubungkan tubuh Tsunade-sama dengan baik.." ucap Katsuyu.

Lalu, Orochimaru meminta Suigetsu untuk melakukan sesuatu.
"Suigetsu, ambil bagian bawah tubuh Tsunade dan kemudian sambungkan dengan tubuh atasnya.."perintahnya

"Eeh!???" Suigetsu kaget.
"Aku ini lebih berbakat dalam memisahkan tubuh, bukan menyambung.." ucapnya.
Tapi tak ada pilihan lain, pada akhirnya ia pun melakukannya.

"Uukh, siput-siput ini berlendir dan kenyal, menjijikan.." ucap Suigetsu.
"Bukannya kau juga juga sama?? Dan dengan memiliki bentuk manusia, kau bahkan lebih menjijikan dan aneh!!" ucap Karin mengejek.

"Karin, biarkan dia menggigitmu, jadi dia bisa menyembuhkan diri.." perintah Orochimaru ke Karin.
"Eeeeh??? Aku tak mau digigit oleh orang lain selain Sasuke.." jawabnya.

"Ah!! Kau baru saja mengakui kalau kau menyukai Sasuke!!" ucap Suigetsu.
"Eh!?? Ti-tidak!! Mustahil aku menyukai si Sasuke sialan itu!! Dia bahkan mencoba untuk membunuhku!! Dan... rasanya nikmat seka... tidak!! Bukan begitu!!!" Tanggap Karin dgn jawaban tdk tentu.

"Kau ini ngomong apa, sih?? Lagipula, sebelum digigit oleh Sasuke kau sudah punya banyak bekas gigitan di tubuhmu, kan..?" Ejek Suigetsu

"Diam!! Sekarang aku hanya untuknya!!" bentak karin.

"Berhenti membuatku kesal, kata-katamu itu palsu.. Lagipula, cara kerja tubuhmu itu, itu bahkan lebih aneh dariku!!" Ujar Suigetsu .

"Apa katamu!??" kata Karin mulai Agak Marah.

"Kalian berdua, cepatlah.." ucap Orochimaru.
"Kalian berdua sama-sama aneh, jadi berhentilah bertengkar. Kalau kalian tak mau, aku akan membelit kalian dengan ular-ularku, yang akan masuk melalui mulut kalian dan kemudian mengambil alih tubuh kalian.." kata Orochimaru ikut bcra.

"Sebenarnya yang paling aneh di sini itu kau.." ucap karin dalam hati.
"Tubuh dan jiwamu, sama-sama aneh.." ucap Suigetsu juga bcra dalam hati. Mereka Cm diam dan menurut..

Suigetsu menyatukan tubuh Tsunade, dan Karin membiarkan tangannya digigit.
"Ukh, kalau dia terus menghisap begitu banyak chakraku seperti ini, bisa-bisa aku cepat tua.." pikir Karin.

Tak lama setelahnya, Tsunade secara perlahan kembali pulih dan tubuhnya kembali muda.
"Tsunade-sama, kau sudah baikkan sekarang!!" ucap Katsuyu.

"Tsunade, harusnya kau berterimakasih padaku.." ucap Orochimaru.
"Kenapa kau melakukan ini setelah mengkhianati desa??" tanya Tsunade masih belum mengerti.

"Yah, sekarang aku telah menemukan obsesi baru.." ucap Orochimaru.
"Dulu, aku ingin menjadi akin yang bisa membuat kincir berputar. Tapi sekarang, aku sadar kalau akan lebih menarik menunggu angin lain muncul. Aku tak ingin disegel sebelum aku bisa menikmati angin itu.."
ujar Orochimaru sambil teringat akan Sasuke.

"Apa yang kau katakan tetap tak masuk akal seperti biasanya.." ucap Tsunade.
"Tapi kurasa, kau sudah berubah.." ucapnya lagi.

"Manusia selalu berubah, atau mati sebelum mereka bisa.." jawab Orochimaru, lalu kini ia teringat dengan Jiraiya,
"Dia mati dengan caranya sendiri.."

"Orochimaru, kalau saja kau berubah lebih awal, Jiraiya mungkin masih hidup sekarang.." ucap Tsunade.
"Kalau begitu mungkin saja dia akan berubah.. Seperti hal nya kita, Sannin, hal-hal tak selalu berjalan sesuai keinginan kita. Sesuatu selalu mengalami perubahan.." ungkap Orochimaru.

"Mungkin karena itu juga aku ingin melihat kemana Sasuke akan pergi.. Menunggu secara perlahan, sampai anginnya muncul.." ujar Orochimaru..

"Yah, terimakasih karena sudah menyembuhkanku.." ucap Tsunade.
"Jadi, kau sudah tahu mengenai perang ini??"

"Tentu saja, karena itulah aku bekerja sama denganmu.." jwb Orochimaru.

"Aku akan melaporkan kondisi terkini dari medan perang.." ucap Katsuyu.
"Bagaimana kau bisa pergi ke medan perang??"

"Kami juga akan pergi.." ucap Orochimaru.
"Kau harus fokus terhadap penyembuhan para kage.." lanjutnya.

***

Sementara itu di medan perang, tampak Sai meloncat ke dekat Sakura. lalu,
"Sakura, boleh aku menanyakan sesuatu padamu??" kata Sai

Di sisi lain medan perang, tampak juga bagian tubuh Juubi telah terbakar api hitam. Tapi, Naruto tak mau terus membiarkannya seperti itu.
"Para bijuu juga ada di dalam mahluk besar itu!! Saat dia sudah cukup dibuat lemah, matikan api hitamnya!! Kurama dan aku akan mengeluarkan para biju!!" kata Naruto

"Tidak.. Aku akan membakarnya.." Jawab Sasuke Agak cuek.
"!!!" Naruto kaget,
"Hei, Sasuke!!!"

"Aku akan mengakhiri sistem ini, dan menciptakan yang baru.." ucap Sasuke dalam hati.

Tapi kemudian secara mengejutkan, Juubi memisah sedikit bagian tubuhnya yang terbakar api hitam.
"Sial, dia bisa memisahkannya!!" pikir Sasuke.

Kembali ke sisi Sai,
ia melanjutkan pertanyaannya.
"Karena aku tak begitu mengenalnya, aku bisa memberi penilaian secara lebih obyektif. Dan jujur saja, aku tak bisa mempercayainya sebagai seorang teman. Bagaimana menurutmu, Sakura??"

"Tak apa.. Sasuke akhirnya kembali, aku sangat senang.. dan aku mempercayainya.." ucap Sakura, dengan senyum yang benar-benar dipaksakan.


"Kata-katamu mungkin tulus, tapi aku tahu... senyummu itu palsu.." pikir Sai.
Entah Sakura yang tak bisa membuat senyum palsu yang lebih meyakinkan, atau Masashi yang kurang bisa menggambar senyum palsu untuk Sakura (?)

Di sisi Shikamaru, dia juga mendapat firasat yang aneh.
"Ada apa, Shikamaru??" tanya Ino.
"Bukan apa-apa.." ucap Shikamaru.

***

Kembali ke sisi Tsunade, Katsuyu telah menjelaskan inti-inti pokok yang telah terjadi di medan perang.
"Dengan kata lain, situasinya benar-benar rumit.." ucap Katsuyu.
"Kalau begitu.. kita juga harus segera menuju ke sana.." kata Tsunade.

Tampak keempat kage lainnya sudah mampu untuk kembali berdiri. Semuanya telah sembuh.
"Aku akan membawa kalian semua dengan pasirku. Persiapkanlah chakra kalian untuk nanti.." ucap Gaara.
"Aku tak tahu cerita lengkapnya, beritahu kami lebih banyak lagi!!" ucap Raikage.
"Ayo kita bahas ini dalam perjalanan.." ucap Tsuchikage.
"Ayo!!" ucap Mei terumi.

Sementara itu di sisi Pertarungan Antara Kakashi dan Obito Di dimensi Lain,
Tampak mereka berdua saling tusuk.
*Crash.. X...
Kakashi Menusuk Tembus tubuh Obito dengan tangan berlapis listriknya, sementara Obito menusuk Kakashi dengan kunai besarnya.
*Crash..

TERTUSUK...???

PENASARAN DGN KELANJUTANNYA?
=========================
Bersambung ke Naruto Chapter 636

naruto chapter 634

ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 634, " 3 LEGENDA SANNIN BARU "
===========================

Tiga mahluk raksasa telah disummon oleh Naruto, Sasuke dan Sakura. 
Dan benar, yang muncul setelah Naruto melakukan teknik Kuchiyose bukanlah Gamabunta melainkan Gamakichi. 
Bahkan, Naruto sendiri kaget dengan hal ini.
"Kau.. Gamakichi!??" sahut Naruto heran.

"Ayah lagi sibuk, jadi aku menggantikannya!! Apa kau terkejut??" ucap Gamakichi.
"Bukan begitu. Maksudku, kau... kau besar sekali!! Kecepatan tumbuhmu bahkan lebih mengejutkan dari Akamaru.." ucap Naruto.

"Kalianlah para manusia yang terlalu lamban." ucap Gamakichi.
"Ngomong-ngomong, ada masalah apa??" lanjut Gamakichi tak tahu menahu tentang perang yg terjadi.
"Yah, itu.. coba lihat mahluk besar yang di sana itu!!" ungkap Naruto sambil menunjuk tubuh asli Juubi,
"Mendekatlah padanya dengan satu lompatan!!" perintahnya.

Naruto Chapter 634 -
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Maksudmu yang paling besar itu??" ucap Gamakichi.
Di depan mereka, telah berhamburan begitu banyak mahluk-mahluk raksasa seukuran kuchiyose yang dikeluarkan oleh Juubi. Sementara di kejauhan sana, Juubi tampak bahkan jauh lebih besar lagi.

"Sasuke-sama, apa yang kau inginkan dariku??" tanya ular yang dipanggil oleh Sasuke.
"Lurus saja, aku akan mengurus tubuh utamanya." ucap perintah Sasuke.
Di sisi Sakura, kuchiyosenya juga berbicara.
"Sakura-chan, akhirnya kau mampu menggunakan segel Byakugo.. Tsunade-sama pasti akan..!!"

"Katsuyu-sama, dengarkan aku.." ucap Sakura. Yah, tampaknya mahluk itu memang Katsuyu.
"Tolong pisah tubuhmu menjadi banyak, dan kemudian tempel semua orang dari aliansi. Kita harus membantu menyembuhkan mereka semua." perintah Sakura.


"Aku tak menyangka kalau aku akan bisa menyaksikan ketiga kuchiyose mematikan itu lagi.." ucap Minato dgn senyum bangga.
"Hehe.." tawa hokage ketiga teringat akan ketiga muridnya.
Yah, bagaimanapun tiga Sannin sebelumnya (Jiraiya, Orochimaru, Tsunade) adalah murid dari hokage ketiga..

"Era baru telah dimulai, maju!!" teriak hokage ketiga.
Dan bersamaan dengan itu, Naruto dkk memberi perintah pada kuchiyose mereka.
"Maju, Aoda!!" teriak Sasuke.
"Lompat, Gamakichi!!" teriak Naruto.
"Tolong, Katsuyu-sama!!" teriak Sakura pula.

Aoda si ular maju,,,
Gamakichi melompat, ,
dan Katsuyu mulai memisah tubuhnya menjadi mahluk-mahluk yang lebih kecil.
Dan hempasan mereka, menciptakan angin yang kuat.
"Inilah... tim tujuh yang sebelumnya.." pikir Sai kagum.

Di suatu sisi, tampak Juugo hanya bisa berdiri diam menyaksikan hal tersebut.

Sementara itu, kuchiyose terus bergerak. Aoda menerobos monster-monster ciptaan Juubi dengan begitu lincahnya.

Lalu Gamakichi melakukan lompatan tinggi dan kini melayang di udara.
Monster-monster yang ada di bawahnya mencoba untuk menyerang namun Gamakichi mampu menahan dan membalas semua itu dengan pedangnya.
*Sringk.. Sring..


"Bagus, Gamakichi!! Tak hanya tubuhmu yang bertambah besar, kemampuanmu juga bertambah hebat!!" ucap Naruto.
"Yah, ini bukan masalah!! Cepat bersiap untuk menyegelnya, aku akan meloncat tepat di monster itu!!" ucap Gamakichi.

"Aku tahu.." ucap Naruto. Dalam hati,
"Sifat ego nya juga bertambah.."

Di bawah, di tempat para ninja aliansi berada, mereka yang utamanya bukan berasal dari Konoha tampak kaget saat melihat mahluk-mahluk kecil Katsuyu mendekatinya.
"Uwaah, apa ini??"

"Tak apa, ini adalah siput yang merupakan jutsu penyembuh hokage kelima.." jelas Shizune yang kebetulan ada di sana.

"Jangan khawatir.."lanjut Shisune,
Salah satu Katsuyu kecil itu menempel di tubuh shinobi. Kemudian secara perlahan, chakra shinobi itu pun kembali pulih.
"Kekuatanku... kembali.." pikir si shinobi.
Tak hanya dia, shinobo-shinobi lainnya yg didekati Katsuyu pun perlahan mulai sembuh.
"Lukaku.." ujar shinobi senang.

"Padahal dia baru saja mengaktifkan segel Byakugo, tapi dia masih bisa menggunakan jutsu penyembuhan jarak jauh Katsuyu-sama. Sakura... kau benar-benar kunoichi yang berbakat.." pikir Shizune.

Di tempat Sakura berada, ia tampak fokus dan konsentrasi untuk mengatur semua katsuyu dlm melakukan penyembuhan.

----- Naruto Chapter 634 -----

"Sasuke-sama!!" teriak Ular Aoda, ia melihat beberapa monster di depan membentuk suatu tembok berduri untuk mencegat mereka.
"Maju terus!!" teriak perintah Sasuke. Kemudian Ia menembakkan panah Susano'o miliknya,
hingga serangan itu mampu menerobos dinding-dinding penghalang yang musuh ciptakan.

Sementara itu dari atas, Naruto telah bersiap dengan Rasen Shuriken.
"Sasuke!!!" teriak Naruto. Dan kemudian, Sasuke juga ikut bersiap dengan jutsunya.
"Maju!!" ucap Kiba dalam hati ikut mendukung.
"Lakukan!!" ucap Shino.
"Lakukan yang terbaik!!" ucap Hinata.
"Bidik dengan baik!!" ucap Shikamaru.
"Kalian bisa!!" ucap Chouji.
"Lakukan!!" ucap Ino. Mereka sangat berharap banyak dgn Kombinasi Serangan yg dilakukan Naruto dan sasuke..

"Yah!!" ucap Sakura dalam hati. Ia Terharu, Tapi kemudian entah kenapa, tiba-tiba saja ia meneteskan air mata.

"Fuuton : Chou Oodama Rasenshuriken!!!" teriak Naruto melemparkan Rasenshuriken raksasa.
"Enton : Susano'o Kagutsuchi!!" ujar Sasuke menembakkan panah api hitam.
Kemudian, dua serangan itu pun sama-sama melesat ke arah Juubi.

"Yah, hanya angin yang bisa menang melawan petir...
Aku senang elemenku cocok dengan Sasuke...
Bukan, maksudku bukan itu...
Maksudku, satu-satunya elemen yang bisa memperkuat api...
Adalah angin...!!" ujar Naruto.

Api hitam Sasuke dan Rasenshuriken raksasa Naruto bertubrukkan dan membentuk Rasenshuriken berlapis api hitam, dan kemudian melesat ke arah Juubi, serta membakarnya.
"GYAAAAUHHHH...... "
(Juubi Melolong Kesakitan krn terbakar)

"Mereka brhasil melakukannya!!" ucap para shinobi aliansi.
"Aku belum pernah melihat Kagetsuchi seperti itu.. mereka mengombinasikan jutsu mereka dengan rasio yang sama.." pikir hokage kedua.
"Itu sesuatu yang sulit bahkan untuk duo yang sudah berpengalaman.." ucapnya dgn bangga.

"Shuriken angin yang digabungkan dengan panah api hitam, kita bisa menyebut ini sebagai Shakuton : Kourin Shippuu Shikkoku no Ya Zeroshiki!!"
(Elemen Ajaib: Angin Ribut Cahaya dan Panah Kegelapan) ucap Minato dengan senyum...


Tap!!! Gamakichi mendarat di sebelah Aoda.
"Bakar dia..." ucap Sasuke dengan tatapan mata mangekyou eksternallnya.


Di sisi lain, kini Sai telah berada di sebelah Juugo.
"Kau juga mendengar apa yang Sasuke katakan, kan.. apa sebenarnya tujuannya??" tanya Sai.
Juugo berkata, "Entahlah..!!"

Scene lalu berpindah ke tempat Orochimaru,
Karin dan
Suigetsu Berada..
Kelihatannya, Orochimaru telah tiba di tempat lain dan bukan medan perang itu.
Orochimaru berkata, "Kelihatannya kau sedang tak dalam kondisi yang baik.. Tsunade..."

OROCHIMARU TIBA . . .

Apa yang Akan dilakukannya,,?

Penasaran dgn Lanjutannya..
=========================
Bersambung ke Naruto Chapter 635