Monday, 19 November 2012

naruto chapter 606


ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 606, "DUNIA IMPIAN"
===========================

SETELAH INSIDEN TERJADI,
Dengan langkah sempoyongan, Obito berjalan, menelusuri genangan air, melewati mayat-mayat ANBU Kirigakure yang telah dibunuhnya. Dan sambil berjalan, Obito teringat kata-kata Uchiha Madara ...

"Semakin lama kau hidup, semakin kau akan menyadari kalau kenyataan hanya akan menciptakan rasa sakit, penderitaan, dan kekosongan ..."

Naruto Chapter 606 - Dunia Impian
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Dengarlah ...
Di Dunia ini, dimana ada cahaya, disana ada juga kegelapan ...
Itu semua adalah hubungan yang tak akan bisa dipisahkan ..."

Obito terus berjalan, menelusuri bahkan menembus mayat-mayat yang berserakan, termasuk menembus tubuh Kakashi yang rebah di tanah.

"Dia kesal dengan semua hal buruk di Dunia ini dan ingin pergi menuju Dunia Impian yang penuh dengan kebaikan" Obito teringat juga akan kata-kata Zetsu putih.

Akhirnya, langkah Obito terhenti saat ia telah sampai di depan tubuh Rin. Obito melihatnya terkapar tak bernyawa, meratapinya, dan ingin menyentuh wajahnya. Tapi tiba-tiba, "Berhenti" Ucap tubuh Obito. Dan ketika Obito menyentuhnya, tangannya hanya menembus wajah Rin.

Obito kembali mencoba. Dan kali ini, ia bisa menyentuhnya, mengelus leher Rin yang telah tak bernyawa ...

"Dalam mimpi, semuanya bisa berjalan sesuai apa yang kau inginkan ...
Kau bahkan bisa membangkitkan kembali orang yang sudah mati ...
Dunia tempat para pemenang, Dunia tempat kedamaian, Dunia penuh cinta ...
Aku ingin menciptakan Dunia yang hanya terdiri dari itu"

"Rin ..." Obito merangkul jenazah Rin, "Aku ingin ...
Menciptakan Dunia dimana kau akan hidup disana ..."

----- Naruto Chapter 606 -----

"Untuk merubah takdir Dunia ini ...
Itulah, kenapa aku kembali"

Obito telah kembali, menghadap Uchiha Madara. Idiologinya telah benar-benar berubah, dan kali ini ia setuju dengan segala pendapat kakek-kakek dari klan Uchiha itu.

"Heh, aku harap tak seorangpun melihatmu" Ucap Madara, yang tentu saja menyambut kedatangan Obito dengan senang hati.

"Obito telah membunuh semua musuhnya, jadi tak ada masalah" Ucap Zetsu putih.
"Dia membiarkan Kakashi untuk untuk suatu alasan, tapi dia tak melihat apa-apa. Dan saat pasukan bantuan dari Konoha tiba, mereka bertanya-tanya siapa yang sudah mengalahkan musuh" Lanjutnya.

Kemudian, Uchiha Madara bertanya pada Obito, "Apa kau menyesal dengan rekan satu timmu dulu itu?"

"Tidak, aku hanya tidak peduli" Ucap Obito.
"Dia mati ataupun hidup, aku tak peduli. Kakashi akan berada di Dunia yang akan kita ciptakan, Rin juga. Beritahu aku bagaimana cara membuat Dunia Impian itu, Madara"

Sejenak Madara terdiam, tersenyum, kemudian berkata, "Aku tak perlu kau mengucapkan terimakasih lagi padaku. Kemarilah. Mulai hari ini, kau adalah sang penyelamat"

Obito berjalan mendekat ke Madara.

"Lihat mataku" Pinta Madara, dan lalu Obitopun menatapnya. kemudian ...

Deg

Tiba-tiba mereka berdua berada di suatu dimensi lain ...

"!!?" Obito kaget. Kemudian Madara menjelaskan, "Kita sedang berada di alam Genjutsuku. Masih putih, tapi aku bisa menciptakan apapun yang aku mau disini dan mengontrolnya. Kalau aku terhubung dengan Mazou, aku bisa menggunakan kekuatannya untuk membuat apapun, tak peduli sedetail apapun, seperti ini ..." Tubuh tua Madara kembali muda di Dunia itu.

"Dengan genjutsu ini, aku bisa menciptakan Dunia yang aku inginkan. Dan kemudian aku hanya perlu memasang genjutsu pada orang-orang, serta menyeretnya masuk ke Dunia ini juga. Dengan menggunakan bantuan bulan dan mataku untuk menciptakan genjutsu, aku bisa menciptakan Dunia Impian. Untuk menjelaskan semuanya padamu, aku akan mulai dari enam jalan pertapa dan Juubi"

----- Naruto Chapter 606 -----

Scene beralih, Obito yang memakai tubuh Tobi bersama dengan Zetsu telah berada di suatu tempat, mengawasi Nagato yang saat itu sedang bersama dengan Konan dan Yahiko.

"Apa kau bisa melihat lelaki berambut merah itu?" Tubuh Tobi bertanya.

"Itukah rinengan Madara?"

"Ya, itu adalah mata asli Madara. Dia mentlanpantasikannya padanya saat lelaki itu masih kecil tanpa ia menyadarinya" Jelas Tobi.

"Nagato berasal dari garis keturunan Senju, dialah orang satu-satunya selain Madara yang mampu mensummon Gedou Mazou"

Obito kembali teringat penjelasan Madara ...
"Aku mampu mendapatkan sel Hashirama. Tetapi setelah proses tlanpantasi itu pada lukaku, tak ada yang spesial awalnya. Namun ketika hidupku hampir akan berakhir, aku membangkitkan rinengan. Dan di saat yang sama, aku juga mampu menggunakan suatu segel, aku mampu mensummon cangkang kosong Juubi dari batu tempat ia disegel"

"Cangkang Kosong Juubi?" Obito bertanya.

"Aku menyebutnya sebagai Gedou Mazou, dan batu tempat ia disegel adalah apa yang disebut dengan Bulan. Setelahnya, aku menjadikan cangkang itu sebagai katalisator yang mampu mengolah sel Hashirama. Dengan kata lain, manusia-manusia buatan ini pada dasarnya adalah klon Hashirama, tapi kualitasnya rendah. Kau tak akan bisa membangkitkan rinengan tanpa memiliki kekuatan Uchiha dan Senju. Dan kau tak bisa mengurus Mazou dengan baik. Setengah tubuhmu terbuat dari sel Senju. Meskipun kau tak membangkitkan rinengan, kau masih bisa mengendalikan Mazou"

Flashback kuadrat berakhir, kembali ke Flashback sekarang, flashback saat Obito di dalam tubuh Tobi mengawasi Nagato.

"Pertama-tama, ayo berteman dengan Nagato, seperti apa yang Madara katakan" Ucap Tobi.
"Kita akan mengumpulkan semua Bijuu, dan membangkitkan Madara dengan Rinne Tensei Nagato" Lanjut Zetsu.

Kembali lagi ke penjelasan Madara ...

"Obito, aku akan mengajarimu teknik Kinjutsu klan Uchiha, dan jutsu Rikudo ...
Dan juga jutsu Inyouton ..."

Madara menarik bagian samping tubuh Zetsu putih, dan dari sana muncullah Zetsu hitam.

"Aku menaruh tekadku di dalamnya. Anggap saja ini sebagai setengah dariku, yah, meskipun jauh lebih lemah. Kemudian, gunakan batangan-batangan hitam yang diubah dari tekadku ke dalam bentuk itu saat kau menggunakan jutsu Rikudou. Sekarang pergilah, sampai waktunya aku dibangkitkan"

Penjelasan berakhir, dan kemudian Obito di balik tubuh Tobi pergi menemui Nagato.

"Kau, siapa kau?" Nagato bertanya. Kemudian Obito menjawab ...

"Aku adalah, Uchiha Madara"

"KEBENARAN DIBALIK PERMULAAN"
===========================

naruto chapter 605


ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 605, "NERAKA"
*******************************
Gerimis kesedihan,
Kakashi menusuk tubuh Rin Dgn Raikiri hingga menembus tubuhnya.. Entah kenapa, Kakashi membunuh gadis itu yg tdk lain adalah sahabatnya sendiri. Hal ini tentu saja membuat Obito yang tiba ditempat itu, melihatnya benar-benar tak mengerti, Dari tatapannya, terlihat jelas kalau ia sangat kaget dgn rasa tdk p
ercaya yg dilakukan oleh Kakashi.

Naruto Chapter 605 - Neraka
Teks Version by www.Beelzeta.com

Dari sekeliling mereka, terlihat puluhan ANBU Kirigakure. Dan kelihatannya, mereka kesal.

"Sial! Dia mendapatkannya!" Ucap salah seorang dari mereka.
"Padahal kita sudah susah payah mendapatkannya"

"Rin ..." Kakashi berlutut di depan tubuh Rin yang telah terbaring dalam keadaan tak bernyawa. Kakashi menangis, dan secara perlahan. Wow, matanya berubah ke dalam bentuk Mangekyou sharingan.

Sama halnya dengan Kakashi, mata Obito juga mengalami hal yang sama.

Mata kiri Kakashi dan Mata kanan Obito, kedua mata yang pada dasarnya memang terhubung itu sama-sama telah berubah ke bentuk Mangekyou.


Setelahnya, kakashi rebah pingsan. Sementara Obito, ia menjerit. Begitu kuat dan penuh dengan emosi.

"!!?" Teriakan Obito membuat kaget para ANBU Kirigakure.

"Gyaaaaaahhhh!!!!!!!!!" Teriakan Obito semakin menjadi. Dan kini, seluruh tubuhnya benar-benar telah terbungkus oleh tubuh Tobi. Dan tak hanya terbungkus, bagian kanan tubuhnya bahkan mengeluarkan ranting-ranting kayu. Begitu emosi hingga tampaknya Obito tak mampu mengendalikan kekuatannya.

"Hm?"
"Bala bantuan!!?"

"Dia cuma sendiri!!!" Salah seorang ANBU melemparkan beberapa shuriken ke arah Obito.

Tap Tap Tap!
Bukannya mengenai tubuh Obito, shuriken-shuriken itu malah hanya menembusnya dan lalu menancap di pepohonan.

"Aku tak akan pernah mengakui ...
Ini ..."

"Apa itu!?"
"Apa dia menghindarinya!?" Para ANBU Kirigakure tampak kaget.

"Aku tak akan pernah mengakuinya!!!" Tobi mengamuk, melesat ke arah para ANBU dan menyerang mereka semua.

"Jangan meremehkan Desa Kabut Berdarah!!!" Salah seorang ANBU mencoba untuk menahan serangannya. Namun ... Jleb!!!!

Tobi memukul, menembus tubuh shinobi itu dengan ujung tangan kanannya yang telah berubah menjadi ujung kayu ranting-ranting yang tajam.

Tobi membantai mereka, begitu buas dan kuat. Tobi menghabisi satu per satu ANBU tersebut. Dan saat para ANBU mencoba untuk menyerangnya, serangan mereka hanya menembus begitu saja tubuh Tobi, dan bahkan malah mengenai rekan mereka.

"Gyaaaah!!!"

"Setidaknya, dapatkan perempuan itu!!!"
"Jangan biarkan musuh mendapatkan tubuhnya!!!"

Whusss ...
Tobi terus melesat, melesat menembus tubuh para shinobi yang hendak menyerangnya.

"Tidak salah lagi!! Tubuhnya dapat menembus kita!!"

Obito menembus mereka, melesat menuju tempat Rin terkapar, dan menyerang shinobi-shinobi yang hendak meraih tubuhnya.

"Gyaaah!!!!"
"Gyaaaah!!!!"
jerit rintih kematian para Anbu..

"Kau mampu menggunakan Mokuton Sashiki no Jutsu dengan baik, Obito ...
Aku mengerti kenapa Madara memilihmu" Ucap Tobi.

"Siapa orang itu sebenarnya?" Para ANBU mulai panik. Sementara Obito, ia terus-terusan membantai mereka.

"Tempat ini, dimana aku ..." Obito mulai bingung, stres.. Memperhatikan keadaan sekitarnya.
"Aaaarkhhhh!!!!" Obito kembali histeris, dan kemudian memunculkan dahan-dahan, Akar pohon raksasa yang akhirnya menusuk para ANBU, lalu menjulang menembus langit, mengarah ke bulan.

"Aku mengerti ...
Aku berada di ... Neraka"Ucap Obito berurai Air mata stelah membantai Para Anbu..

"BULAN YANG MENETESKAN AIR MATA"
Bersambung ke Naruto Chapter 606
===========================

naruto chapter 604

ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 604. "BERTEMU LAGI, DAN KEMUDIAN......?"
_____________________________________

Obito yang telah berdiri tegak dengan memakai tubuh mahluk yang masih tersambung ke akar-akar di bawah patung Gedou Mazou memasang kuda-kuda untuk menyerang. Dan beberapa saat kemudian, iapun memukul hancur batu raksasa yang menutupi jalannya.

Naruto Chapter 604 - Bertemu lagi, dan kemudian ...
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Kau menggunakan kekuatan patung itu saat terhubung pada akar, tidak buruk juga" Ucap Zetsu putih.

"Aku cukup bagus kan?" Tubuh Tobi yang menutupi Obito bertanya.
"Ya" Ucap Obito, dan lalu topeng yang menutupi kepalanya menjadi terbuka.

Di sisi lain, ribut-ribut setelah menghancurkan batu tadi membuat kakek Madara terbangun dari tidurnya.

"Apa kau akan pergi?" Lelaki tua itu bertanya.

"Aku berterimakasih karena kau telah menyelamatkanku" Tobi melepas paksa sesuatu sejenis kabel yang menghubungkan tubuh yang dipakainya dengan akar di bawah Gedou Mazou. "Tapi, aku tetap akan pergi, aku harus pergi" Ucapnya.

"kau terlalu terburu-buru ...
Terlalu dini untuk berterimakasih padaku"

"Aku tak berpikir kalau aku akan datang kemari lagi" Ucap Obito.
"Setidaknya, aku berterimakasih padamu, aku pergi"

"Kau ... Kau akan kembali lagi kesini ...
Dan saat itu kau akan benar-benar berterimakasih padaku" Ucap Madara. Sementara Obito, kelihatannya ia tak begitu peduli dan langsung bertanya pada Zetsu putih, "Kau yang putih itu, dimana Kakashi dan Rin!? Tunjukan jalannya padaku!!!"

"Yang sedang menempel di tubuhmu itu pada dasarnya adalah salah satu clone ku, kita bisa saling berkomunikasi menggunakan telepati ... Aku punya banyak clone yang tersebar di bawah tanah berbagai tempat, dan kami saling bertukar informasi" Jelas Zetsu putih.

"Aku akan membawamu kesana menggunakan informasi itu" Ucap tubuh Tobi yang Obito kenakan.

"Suara ini, mahluk berbentuk spiral ...
Ya, tolong bawa aku kesana!"

Dengan cepat merekapun melesat, Obito dan tubuh yang dipakainya itu. Tapi sebelum benar-benar keluar dari gua itu, mereka melewati suatu ruangan yang disana terdapat beberapa senjata raksasa dan jubah hitam. Lalu setelah mengambil salah satu jubah dan memakainyaz, merekapun benar-benar keluar.

"Beritahu aku keadaan Rin dan Kakashi sekarang!" Pinta Obito.
kemudian, Tobipun mencari-cari informasi menggunakan telepati.

"Hmm, menurut data yang ku dapat dari rekan-rekanku, mereka sedang dalam masalah besar!! Dia bilang kalau itu suatu babi percobaan dari Desa Kabut, aku tak begitu mengerti ... Dan ngomong-ngomong, Masing-masing Kakashi dan Rin dikepung oleh banyak shinobi yang kemampuannya setara Jounin atau ANBU"

"Apa yang guru Minato lakukan?" Obito kembali bertanya.

"Siapa?"

"Aku bilang, apa yang Kilat Kuning lakukan?"

"Hmm, aku rasa dia sibuk dengan misi lainnya ..."

"Di waktu seperti ini!?" Obito kesal, dan lalu teringat saat-saat terakhir sebelum mereka berpisah, saat Kakashi berjanji untuk melindungi Rin.

"Kakashi ... kau sudah berjanji! Kumohon, lindungilah Rin!! Aku akan datang di saat yang tepat!" Ucap Obito dalam hati, sambil terus bergegas menuju tempat itu.

"Obito ... Sepertinya mereka akan mulai bertarung" Ucap Tobi.
"Dan, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu"

"Apa!?"

"kau lebih lemah daripada aku ...
Dan tubuh kecilmu yang sedang terluka ini dibungkus olehku. Pada dasarnya, aku melindunginya"

"Lalu kenapa?"

"Aku rasa akan lebih baik kalau aku bertarung ..."

"Madara mengatakannya juga, Sharingan bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya jika mata kanan dan kiri bersama ... Kakashi, yang memiliki mata satunya sedang berada di medan pertempuran ... Kombinasiku dengannya pasti lebih baik ... kakashi dan aku akan melindungi Rin!!" Ucap Obito.

"Juga tubuh Hashirama buatan yang tertanam pada tubuhmu, kalau kau menggunakan kekuatan Senju dan Uchiha, kau mungkin akan mendapat kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya, tapi ..."

Shrasssshhh ...
Air berjatuhan dari langit, bagai hujan.

"Aku rasa cuaca hujan, api ..."

"Aku mendapat info dari rekan-rekanku, kelihatannya, tempatnya disini" Ucap Tobi.

Di depan, tampak ledakan-ledakan yang kelihatannya dari air.
"Ayo maju!!"

Deg ...

Suatu perasaan tiba-tiba terlintas di benak Obito.
"Ukhhh!!!" Obito menahan rasa sakit di bagian matanya yang kosong. Obito menutupi mata kirinya. Dan tiba-tiba, suatu bayangan terlintas, suatu bayangan kalau jantung Rin ditusuk oleh seseorang ...

"Akkkh, apa ini!? Jangan membayangkan hal yang bukan0bukan di saat seperti ini!!! Sedikit lagi ... Sedikit lagi aku sampai" Obito membulatkan tekad, dan ia terus melangkah ke depan.

Sampai akhirnya, suatu pemandangan yang benar-benar tak terduga terlihat di depannya.

Apa yang tadi terlintas di benaknya, ternyata bukan hanya khayalan semata. Hal itu benar-benar terjadi. Di depannya, tampak seseorang telah menusuk jantung Rin. Dan yang sangat tidak terduga, orang yang melakukannya tak lain adalah Hatake Kakashi.

"Ka-Kakashi ..." Ucap Rin untuk terakhir kalinya.
Tampa alasan yg belum kita ketahui, Dia terkena Tusukan Raikiri...

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Bersambung ke Naruto Chapter 605
:

naruto chapter 603

ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 603, "PEMULIHAN"
==========================
Didalam kegelapan, kondisi obitu mulai membaik..
"Sudah berapa lama sejak aku datang kemari?" Obito bertanya-tanya, "Aku rasa sudah cukup lama kan ..."

"Bukankah itu bagus? Kau tak perlu membayar uang sewa" Ucap sesosok mahluk putih yang ada di depannya, Zetsu, yang juga bersama dengan mahluk lain berkepala mirip topeng Tobi.

"Tanpa makananan ... Tanpa toilet ... dan bahkan tanpa buang air" Ucap mahluk mirip Tobi itu.

Naruto Chapter 603 - Pemulihan
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Jangan samakan aku dengan mahluk seperti kalian, hanya setengah dari tubuhku yang menggunakan bahan aneh ini" Ucap Obito, masih kesal.

"Tapi berkat itu, kau bisa bertahan tanpa makan atau minum, harusnya kau senang" Ucap Zetsu, Zetsu putih. "Kami juga tak mau disamakan dengan dirimu, tubuh buatan yang tanpa perasaan"

"Kami memang manusia buatan, tapi kami memiliki perasaan! yah, meski tidak buang air sih. Dengan kata lain, kami adalah mahluk yang lebih baik daripada dirimu, kosakata dan otak kami juga lebih hebat"

"Diam!! coba buktikan kalau kalian lebih hebat dari aku"

"Ehm, kami ..."

"Sedang ..."

"Mengawasimu" Zetsu putih dan tubuh Tobi itu berbicara bersama-sama.

"jangan bicara di saat yang sama, itu membuatku kesal!!!"

"Kami membantu penyembuhanmu, karena Madara memerintahkan kami untuk memastikan kau sembuh dan menjadi berguna saat dia bangun nanti"

"Cih! Dia meminta boneka-boneka mengawasiku sementara dia tidur siang? Aku akan segera keluar dari sini dan kembali ke tempat Rin dan Kakashi"

"Mustahil, tak ada jalan keluar disini" Ucap tubuh Tobi itu.
"Setelah memerintahkan kami untuk mengurusmu, dia menutup gerbangnya dengan batu raksasa. Tapi ngomong-ngomong, daritadi kau terus saja bilang Rin Rin Rin, apa kau berencana mencari bel? Lalu kau juga bilang Bodoh Bodoh Bodoh dan Kakashi Bodoh"
"Ah benar, dia juga bilang begitu"
"Apa maksudnya itu ya?"
"Hmm, kenapa tak kita tanya pada dia saja?"

"Hei, memangnya aku benar-benar bilang begitu ya?"

"Uhm, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Mahluk bertubuh Tobi itu hendak bertanya.

"Eh?"

"Panggilan alam, dengan kata lain, bagaimana rasanya saat buang air besar?"

"Bodoh!!!!! Kau juga sebodoh Kakashi, kenapa kau begitu tertarik dengan buang air!!!?"

"Aah, jangan marah begitu" Ucap Zetsu, "Kalau begitu beritahu kami tentang Rin dan si bodoh Kakashi"

"Aku membencimu, kau yang bertubuh spiral itu, dan dimana yang putih satunya pergi?"

"Dia keluar untuk mencari informasi"

"Eh!? kalian bisa pergi keluar!!???" Obito kaget.

"Ya, kami bisa bergerak menembus tanah"

"Huh, ada-ada saja ...
Aku terkurung disini, dengan orang yang bicara omong kosong ..."

"Maaf sudah berbicara mengenai buang air" Ucap si Tobi.

"Bukan, maksudku yang dibilang oleh Madara" Ucap Obito.

"Ku rasa dia mmang tidak bagus saat bicara dengan bocah"

"Mrubah takdir atau apalah itu aku tak mengerti ..."

"Yah, sederhananya dia mau bilang kalau ia muak dengan segala hal buruk yang ada di Dunia dan akan menciptakan Dunia impian yang hanya terdiri dari hal-hal bagus saja ... Dalam dunia mimpi, kau bisa melakukan apa saja, bahkan membangkitkan orang yang sudah mati"

"Dalam Dunia mimpi?"

"Yah, dia mau menciptakan negeri mimpi yang luas menggunakan genjutsu dan membawa semua orang kesana ... Yah, lebih dari sekedra membawa, dia akan memaksa mereka untuk pergi kesana, selamanya"

"Dengan genjutsu? Kedengarannya begitu bodoh sampai aku tak mengerti" Ucap Obito.

"Kalau kau memiliki kekuatan sebesar Madara, kau bisa melakukan apa saja ...
Sekarang dia lemah jadi ia tak bisa, dan itulah kenapa ia melakukan semua persiapan ini ..."

"Yah, apapun itu aku tak peduli ...
Yang terpenting, aku akan pergi meninggalkan tempat ini!!"

Sejak saat itu, Obito terus berlatih. Berlatih berdiri, berjalan, sambil terus terbayang segala kenangannya bersama Rin, kakashi, gurunya. Obito terus berlatih, tangan dan kakinya mulai tumbuh dan terus berlatih, terus begitu ...

"Aku sudah mulai bisa, sedikit lagi ..." Pikir Obito, yang terbaring di ranjang dengan tubuh yang sudah mulai pulih, serta rambut yang sudah mulai memanjang.

"Sedikit lagi dan aku akan bisa bertemu dengan kalian ... Rin ... Kakashi ..."

"Aku baru saja datang dari luar!!!!" Tiba-tiba Zetsu putih datang, mengejutkan lamunan Obito. "Rin dan si bodoh Kakashi itu sedang dalam bahaya!!!"

"Apa yang terjadi!!?" Obito kaget dan langsung bangun.

"Mereka hanya berdua dan pasukan Shinobi Kirigakure mengepungnya!!!" Zetsu memberitahu. kemudian, Obitopun segera tanggap, cepat dan langsung menghantam batu yang menjadi penutup jalan. Akan tetapi, batu itu masih begitu tebal dan kuat, hingga membuat tangan kanan yang belum begitu kuat itu kembali rusak.

"Gaaaah ..."

"Kau belum bisa menghancurkan batu itu" Ucap Tobi.

"Aku harus ... Menyelamatkan Rin dan kakashi ..."

"Kalau begitu, kau boleh memakai tubuhku"

Mahluk Tobi membuka tubuhnya dan lalu menyelimuti Obito.

Awalnya Obito kaget, kenapa mereka mau membantu, "Kalian orang-orangnya Madara kan? Apa ini akan baik-baik saja?"

"Madara itu orang baik" Ucap Zetsu.
"Kau ingin menyelamatkan Rin dan kakashi kan?"

Obito terdiam ...
Dan lalu berkata, "Terimakasih"

"OBITO MENUJU PERANG"

Bersambung ke Naruto Chapter 604
===========================

naruto chapter 602


ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 602,
TITLE: "HIDUP"
===========================

Dengan setengah tubuh yang bisa dibilang telah hancur, Obito kecil terbaring, terbangun dan kemudian melihat sesosok lelaki tua renta bermata sharingan di depannya.

"Matamu ... Mungkinkah kau ... Anggota Uchiha juga?" Obito bertanya.

"Siapa yang tahu" Jawab lelaki tua itu seadanya.

"Hmmm ..." Obito berpikir, "Apa mungkin dia menyelamatkanku? Eh, tunggu sebentar ..."

Naruto Chapter 602 - Hidup
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Kau bilang ini adalah tempat di antara Dunia dan Dunia selanjutnya kan? Dimana ini sebenarnya? Tempat ini gelap, aku tak bisa melihat semuanya dengan jelas" Ucap Obito.

"Dan ngomong-ngomong, kakek tua, siapa kau sebenarnya?
Heh, apa jangan-jangan kau Dewa kematian ya?
Yang bertugas membawaku ke Surga atau Neraka? Haha" Niat awal Obito hanya bergurau. Namun tiba-tiba, saat ia melihat ke arah tongkat yang dibawa oleh lelaki tua itu, ternyata ujungnya adalah sabit.

"Ah tidak!!!!!" Obito berteriak histeris, "Aku belum mau mati!!!!!! Aku melihat sabit, jadi kau Dewa Kematian sungguhan ya!!! ?"

"Kau pasti Dewa Kematian yang bertugas mencabut nyawa klan Uchiha!!??
Motoku adalah untuk menolong orang tua, memang benar aku juga sering melakukan hal-hal buruk dan beberapa kali melangar peraturan, tapi aku mohon, jangan bawa aku ke Neraka!!!
Ouchhh!!!!" Obito kesakitan.

"Kau merasakan sakit, karena kau masih hidup" Ucap lelaki tua itu.

"Eh?"

"Suatu keajaiban bahwa kau masih bisa hidup ..." Ucap lelaki tua itu.
"Aku tak tahu kenapa batu itu tak menghancurkan tubuhmu, seolah tubuhmu menyelinap dari batu itu"

"Dimana ... Jadi dimana aku sebenarnya?"

"kau sedang berada di dalam Ruang bawah tanahku, setelah reruntuhan batu itu ...
Tapi sayang sekali, setengah tubuhmu hancur, jadi aku mengobatinya"

Benar, lelaki tua itulah yang menolong dan memperban sekujur tubuh Obito.

"Terimakasih" Ucap Obito.

"Masih terlalu dini untuk mengucapkan terimakasih padaku ...
Karena, kau harus membayar hutangmu ini. Dan, kau bilang motomu adalah menolong orang tua kan?"

"Ah, iya, iya, kau benar, tapi ...
Apa yang kau mau dariku?"

"Hmm ..." Lelaki tua itu terdiam.

"Apa kau mau aku merawatmu?"

"Bukan, bukan begitu ..."

"Maaf, tapi aku tak bisa berlama-lama disini, aku masih hidup jadi aku harus segera kembali ke Konoha. Perang masih berlanjut dan aku telah bisa membangkitkan sharingan. Sekarang, aku akan mampu melindungi teman-temanku" Ucap Obito saat itu.

"Hmm, melindungi temanmu ..."

"Ada apa?"

"Dengan tubuhmu yang sekarang ...
Kau tak akan bisa kembali menjadi shinobi" Ucap lelaki itu.
"Lihatlah pada kenyataanya ...
Dunia ini dipenuhi oleh hal yang tak sesuai dengan harapan ...
Semakin lama kau hidup ...
Semakin kau akan menyadari kalau kenyataan hanya menciptakan penderitaan, rasa sakit, kekosongan ..."

"Apa-apaan lelaki tua ini" Gerutu Obito dalam hati.

"Dengarlah ...
Di Dunia ini ...
Dimana ada cahaya, maka disana juga akan ada bayangan ...
Selama ada konsep kemenangan, akan ada juga kekalahan ...
Keinginan egois untuk memperoleh perdamaian malah akan menciptakan perang ...
Dan kebencian terlahir untuk melindungi kasih sayang ...
Itu semua adalah hubungan yang tak bisa dihindari"

"Yah yah, dia begitu fokus, sepertinya ini akan lama" Pikir Obito.
"Jadi, dimana aku sekarang?" Obito kembali bertanya, tapi lelaki itu terus saja berceramah ...

"Ada oang-orang yang selamat karena kau terluka ...
Benar kan?"

"!!!?" Makin lama Obito tampak kesal dengan cerita ini.
"Apa-apaan kau ini sebenarnya hah!!? Aku tak mau tinggal disini lagi, aku ingin, ukhh ..." Obito ingin pergi namun tubuhnya masih cedera berat.

"Kalau kau memang ingin pergi, lakukan saja ...
Tapi, tentunya jika kau bisa bergerak" Ucap lelaki tua itu.

"Tunggu ...
Ini aneh" Pikir Obito, "Kenapa ada lelaki tua dengan sharingan sendirian disini?"

"Kalau dipikir-pikir ... Aku tahu semua orang tua yang ada di Desa, tapi aku belum pernah melihat lelaki ini sebelumnya. Ini berarti, sekarang dia bukanlah shinobi Konoha, dengan kata lain ..."

"Orang tua, apa kau shinobi pelarian? Siapa kau sebenarnya?" Obito bertanya, ke lelaki tua yang ternyata bagian belakang tubuhnya tersambung pipa-pipa bagaikan kabel itu.

"Aku ..." Lelaki tua itu duduk di tempat duduknya, "Aku adalah hantu seorang Uchiha ... Uchiha Madara" Tak salah lagi, lelaki tua itu adalah Uchiha Madara.


"Ma-Madara ..." Sejenak Obito kaget, "Madara ... Apa yang kau maksud adalah leluhur kami, Uchiha Madara!? Mustahil! Uchiha Madara harusnya sudah mati sekarang!!!"

"Jadi bagimu, lebih masuk akal kalau aku adalah Dewa kematian? Tapi sebenarnya, kau bisa menganggapku sebagai Dewa Kematian, karena kenyataan ini adalah ... Neraka" Ucap Madara.

"Aku selamat dari kematian, dan kalau aku tidak terus menyerap chakra dari Mazou itu, sekarang juga pasti aku akan mati" Ternyata Pipa-Pipa yang terhubung ke punggung Madara itu adalah untuk menyalurkan chakra.

"Aku, aku akan pulang ...
Hah, hah ..." Obito menjatuhkan diri dari kasur dan berontak, berusaha sekuat tenaga untuk pergi, meski itu dengan cara merangkak.

"Menyerah saja, tak ada jalan keluar disini" Ucap Madara.
"Dan ngomong-ngomong, aku ataupun kau tak akan mampu keluar dari tempat ini, dengan tubuh kita yang sekarang"

"Ukhh ..."

"kalau kau terus bergerak, tubuh Hashirama buatan yang aku pasang padamu akan rusak ...
Apa kau mau mati?"

"Ada hal-hal yang aku ingin kau lakukan untukku ...
Setelah semua itu, aku akan menyelamatkanmu"tegas Madara.

"Apa yang aku inginkan!!? Apa yang lelaki tua sepertimu mau dari bocah sepertiku!!?"ujar Obito.

"Aku ingin merubah nasib dunia ini" balas Madara.
"Dunia kemenangan, Dunia Perdamaian, Dunia Kasih Sayang, aku akan membuat Dunia yang hanya ada hal itu"ucap lanjutnya.

"Aku tak peduli, aku hanya ingin kembali pada yang lainnya"

"Seperti yang sudah aku katakan, disini hal-hal tak sesuai dengan harapanmu ...
Suatu hari nanti, kau akan menyadarinya. Kau boleh mati kalau kau mau. Tapi, aku akan mengambil sharinganmu ..."

"kenapa kau menginginkan sharinganku!? Kau sudah punya kan!?"

"Tidak, Aku meninggalkan sharingan asliku pada orang lain ...
Yang ini hanyalah sharingan yang aku dapat setelahnya ...
Dan lagi, aku masih belum mendapat mata kanan. Seseorang butuh kedua mata untuk membangkitkan potensi tertingginya"kata Madara menyibak rambut yang menutupi mata kanannya. Dan tampak kalau ia memang tidak memiliki mata kanan.

"Kalau begitu ...
Itu berarti bersama dengan Kakashi, aku akan menjadi lebih kuat!! Kami berdua pada akhirnya akan mampu melindungi Rin!!! Aku tak boleh membuang-buang waktu disini ... Tunggu aku, Kakashi, Rin, aku masih hidup!!!" Ucap Obito dalam hati.

Bagaimana lanjutan kisahnya..?
=========================
Bersambung ke Naruto Chapter 603