Wednesday, 20 March 2013

naruto chapter 624

alur cerita naruto chapter 624

Sebelumnya : naruto chapter 623

Tampaknya pihak Uchiha juga memiliki rencana yang sama. Senju Butsuma dan Uchiha Dajima sama-sama terkenal akan kekuatan mereka setelah berbagai pertarungan yang mereka jalani sebelumnya. Dan kini, mereka akan bertarung.

Shinobi dilatih untuk tetap berkepala dingin ketika bertarung. Kalau sampai kau lengah bahkan hanya dalam hitungan detik, maka itu akan menciptakan suatu kemungkinan... kemungkinan bagi lawan untuk mengakhiri hidupmu.

Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

Madara dan Hashirama sama-sama berteriak, "Hentikan!!" tapi kedua belah pihak tetap tak mau berhenti. Dan parahnya, orang dewasa sadar kalau anaknya mati di depan mata mereka, hati mereka akan kacau. Jadi dengan kata lain, pemenangnya akan diputuskan berdasarkan siapa yang bisa menyerang duluan.

Butsuma dan Dajima sama-sama melesatkan senjata ke arah Izuna dan Tobirama. Karena seperti apa yang tadi sudah dijelaskan, matinya sang anak akan membuat konsentrasi mereka berkurang.


Untungnya, dengan cepat Hashirama dan dan Madara melempar batu yang ada di genggaman mereka ke arah kunai dan pisau itu. Adik mereka berhasil diselamatkan, namun dari sinilah masalah itu dimulai. Kedua batu tadi tenggelam ke sungai, sebagai pertanda tenggelamnya perasaan Madara.

"Aku tak peduli kau siapa, aku tak akan pernah memaafkan siapapun yang menyakiti saudaraku!!" ucap Madara. Ia dan Hashirama kini saling menatap.

Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

"Kelihatannya kita memang tak akan bisa mencapai mimpi bodoh itu." ucap Madara. "Ya, tentu saja. Karena bagaimanapun ..."

"Madara, kau..." Hashirama masih tetap berpegang teguh pada keyakinannya.
"Kita belum kenal terlalu lama, tapi aku lumayan menikmatinya. Hashirama..." ucap Madara.

"Hmm, jadi sekarang tiga lawan tiga, ya? apa menurutmu kau bisa menanganinya, Madara?" tanya ayahnya.
"Tidak." jawab Madara. "Hashirama lebih kuat dariku. Kalau kita bertarung dengan mereka sekarang, kita akan kalah."
"Lebih kuat dari kakak?" Izuna tak menyangka.
"Begitu ya, padahal kupikir dia tak sekuat itu..." ucap Dajima.
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

"Kami pergi dulu, sampai jumpa." ucap Madara, kemudian membalikkan badan.
"Madara, kau!" Hashirama masih belum puas, "Kau tak benar-benar menyerah, kan? Akhirnya kau sama..."

"Kau adalah Senju... Aku sangat tidak mengharapkannya." ucap Madara. "Saudara-saudaraku dibunuh oleh klan Senju. Selanjutnya, kita akan bertemu di medan pertempuran. Hashirama... Senju. Aku adalah, Uchiha... Madara." Sharingan Madara bangkit dengan sebuah tomoe.
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

"Ayah, lihat! mata kakak!" seru Izuna.
"Fufufu, pada akhirnya kami tak bisa mendapat informasi mengenai Senju, tapi sebagai gantinya kami mendapat hal yang bagus." ucap Dajima.

"Apakah sharingannya... baru saja bangkit?" ucap Butsuma.

Mulai dari saat itu, mulai dari ketika mata sharingannya bangkit, Madara memutuskan untuk benar-benar melawan Hashirama, yang pernah menjadi temanya. Berkali-kali, mereka terus bertarung, bertarung, dan bertarung.
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

Dan tanpa sadar, mereka telah menjadi kepala dari klan masing-masing. Hashirama menjadi ketua klan Senju, sementara Madara menjadi ketua klan Uchiha. Mereka sampai pada posisi terjauh dari mimpi yang pernah mereka ingin wujudkan bersama.

Berkali-kali, kedua klan itu melakukan pertempuran. Sampai pada suatu titik, Tobirama berhasil menusuk tubuh Izuna dengan pedangnya, "Hiraishingiri!!!"
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

"Izuna!!!" Madara berlari menuju adiknya.
"Madara, kau tak akan bisa menang melawanku." ucap Hashirama, "Mari kita... Akhiri semua ini."

Sejauh apapun mimpi mereka, Hashirama tetap tak mau membuangnya. Selamanya, ia percaya kalau itu akan terwujud. "Kalau shinobi terkuat, Uchiha dan Senju menyatukan kekuatan, negara akan berhenti mencari klan shinobi untuk melawan kita. Dan suatu hari nanti, pertarungan akan selesai."

Madara sempat tertegun sejenak. Tapi di kondisi sekaratnya, Izuna mengingatkan, "Jangan, kakak... Jangan biarkan dia menipumu!"

Boffttt!!! Madara dan adiknya menghilang, kabur.
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

Pada pertarungan selanjutnya, Madara kembali dengan sebuah mata baru. Ya, saat itu ia telah memperoleh Eternal mangekyou Sharingan. "Adikku mati akibat luka itu... Tapi, dia meninggalkan kekuatan ini padaku, untuk melindungi klan Uchiha!!"
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

"Aku sudah mengirim surat perjanjian genjatan senjata." ucap Hashirama, "Kalau kau memang ingin melindungi klan Uchiha, mari kita hentikan pertempuran ini!!!"

"Hashirama, sampai kapan kau akan berhenti memikirka mimpi kekanak-kanakkanmu itu!? Kami tak akan pernah melakukannya!!" Madara mengeluarkan Susano'o. Tapi meski begitu, setelah pertarungan penuh satu hari, akhirnya untuk pertama kalinya Madara berhasil dijatuhkan.

Madara tergeletak di tanah, sementara Hashirama, Tobirama, dan anggota klan Senju lainnya berada di sebelahnya.

"Madara, ini akan menjadi akhir untukmu..." Tobirama hendak menusuk tubuh Madara.
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

"Tunggu, Tobirama." ucap Hashirama.
"Tapi kenapa, kakak!? Ini kesempatan kita, kan!?"
"Aku tak akan membiarkanmu menyentuhnya."
Tobirama tak bisa berkata-kata lagi.

"Hmm, apa kau ingin melakukannya langsung, Hashirama? Kalau begitu cepatlah." ucap Madara. "Kalau kau melakukannya, aku akan puas."

"Kalau kami membunuhmu, kepala mereka, maka generasi muda klanmu akan membalas dendam mereka pada kami." ucap hashirama.

"Tak ada lagi klan Uchiha yang masih memiliki perasaan seperti itu." ucap Madara.
"Tidak, aku yakin pasti masih ada." ucap Hashirama. "Tak bisakah kita menyelesaikan ini seperti yang kita bicarakan sebelumnya?"
Naruto Chapter 624 - Beelzeta.com

"Kau tahu kita tak mungkin bisa. Aku sudah tidak sepertimu lagi." ucap Madara. "Aku sudah tak punya saudara tersisa lagi. Dan aku tak bisa mempercayaimu."

"Bagaimana cara, untuk membuatmu percaya pada kami?" tanya Hashirama.

Sejenak Madara terdiam, kemudian memberikan sebuah penawaran yang sulit. "Kalau kau memang ingin aku mempercaya klanmu, bunuhlah adikmu, atau dirimu sendiri."

Sumber : beelzeta

Wednesday, 6 March 2013

naruto chapter 623

ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 623, " PEMANDANGAN "
==============

(Harapan Madara telah sampai di sisi yang lain. Dua anak dari klan yang bermusuhan, mereka berdua akan menjadi sosok penting dalam sejarah terciptanya dunia shinobi di masa depan)
(Kedua anak itu masih menatap ke seberang sungai)
#Tatapan mata....

(Edo Hashi lanjut berceruta)
[Edo Hashi: "Ada anak bodoh lain berdiri disampingku yang bermimpi akan merubah dunia peperangan, tapi bukannya terkejut, aku malah menganggapnya sebagai utusan sang dewa"]

Madara Kecil: "Aku bisa mengerti kamu bahkan tanpa melihat dalam dirimu, meskipun..."

Hashi Kecil: "Apa kau bilang?"

Madara Kecil: "Lihat dirimu, gaya rambut dan pakaianmu membuatmu nampak lemah!"

[Edo Hashi: "Meski begitu, kita tak selamanya sependapat. Setelah itu kita terus bertemu disungai itu tanpa memberitahu nama lengkap (klan) kita. Kita saling menunjukan kemampuan Shinobi kita dan terus membicarakan tentang masa depan"]

(Madara dan Hashi kecil diperlihatkan bertarung untuk unjuk kemampuan mereka masing-masing, sekaligus berlatih bertarung)



(Mereka terpental satu sama lain, Madara kecil terjatuh ditanah sementara Hashi kecil masih bisa berdiri)
Madara K: (Tersungkur ditanah) "Taijutsu dan pertahananmu bagus, kau masih bisa seimbang denganku"

Hashi K: "Seimbang katamu? Aku masih bisa berdiri."

Madara K: "Eh??"

(Tiba-tiba kepala Hashi terlempar sebuah batu dari atas lantas membuatnya terjatuh juga. Ternyata saat terakhir mereka saling tonjok Madara sempat melempar batu keatas, lihat tangan kanan Madara pada gambar diatas untuk lebih jelasnya)
Hashi K: "Ouch!!"

Madara K: "Kau baru saja bilang apa?"

(Scene berganti saat mereka sedang istirahat diatas batu, merekapun bercakap-cakap)
Hashi K: "Tapi masalahnya, bagaimana kita bisa merubah sesuatu begitu saja? Pandanganku tentang masa depan masih belum jelas..."

Madara K: "Pertama-tama kau harus pertahankan idealismemu kemudian kau harus menjadi lebih Kuat. Jika kau lemah tak seorangpun akan mendengarkanmu"

Hashi K: "Benar juga ya... Jika kita menguasai banyak Jutsu dan menjadi lebih kuat lagi.. Orang dewasa tidak akan lagi menghalangi kita.."

(Tiba-tiba Madara meninggalkan tembat sambil ngomong sesuatu)
Madara K: "Kau harus bisa mengatasi kelemahan-kelemahanmu dan juga Jutsu yang tidak kau bisa, masalah itu aku sudah lebih unggul darimu"

Hashi K: "!!"

(Madara melompat ke bawah batu di sungai itu, hendak berjalan diats air, namun Byuurrrrr!! Dia sendiri masih belum bisa berjalan diatas air, ia basah kuyup)
Hashi K: (Menghampiri Madara) "Jelas kau sendiri tak bisa melakukannya..."

Madara K: (Marah) "Sudah kubilang, jangan berdiri dibelakangku!!!"

Hashi K: "Aku tahu kelemahanmu..."

Madara K: "Diam! Atau kulempar kau ketempat ceburanku yang barusan!!!"

[Edo Hashi: "Begitu sering kita  bertemu, kita semakin dekat"]

(Hingga suatu hari mereka bertemu kembali di tempat yang sama)
Hashi K: "Madara. aku datang dengan info Jutsu baru yang hebat!! Ayo kita pelajari bersama!!"

Madara K: "Heeh. Jusu seperti apa itu?"

Hashi K: "Taijutsu Rahasia, Super Katon Genjutsu yang memotong Dobel Shuriken besar!!!"

Madara K: "Uhm.. Aku nggak mudeng..."

Hashi K: "Baiklah untuk menjelaskannya secara jelas...."

(Namun sebelum Hashi menjelaskan ia langsung digertak Madara)
Madara K: "Diam saja lah! Hari ini kita akan berlomba memanjat tebing jerjal ini!"

(Gertakan Madara tadi sontak membuat Hashi Down seperti biasa)
Madara K: "Jangan terlalu depresi begitu terus! Itu kelamahanmu!"
(Merekapun memulai perlonbaannya, namun Hashi curang dengan memanjatnya duluan)

Hashi K: "Hahahahah Aku duluan!!"

Madara K: "Ah! Sialan kau! Kau menipuku!

(Pant, pant, pant, suara telapak kaki terdengar, mereka berdua pun sampai diatas dengan kelelahan)
Hashi K: "Aku menang..."

Madara K: (Kelelahan) "Tentu...  Saja... kau mulai duluan!"

(Mereka berdua duduk beristirahat memandangi hutan dari atas tebing)
Hashi K: "Kau bisa lihat pemandangan Hutan belantara itu dari atas sini."

Madara K: "Yeah.. Kau bisa melihatnya sejauh mungkin. Aku yakin sekali bisa mengalahkanmu saat seperti ini. Ingin bertarung deganku?"

Hashi K: "Kenapa semua mendadak sih? Kau nampak bangga terlihat dari tatapan matamu."

Madara K: "Tentu saja! Aku kan punya Sha-..."

(Ups Madara hampir saja keceplosan mengucapkan kata Sharingan"
Madara K: "...!!"

Hashi K: "...??"

Madara K: "...."

(Hashi nampak kaget karena Madara tiba-tiba berhenti bicara)
Hashi K: ".... Ada apa?"

Madara K: "Tak apa, pada akhirnya aku tidak terlalu bangga."

Hashi K: "Apa? ...Aneh sekali mendengar kata-katamu itu."

Madara K: "Jika aku bisa sebangga itu, saudara-saudaraku tidak akan mati. Bahkan aku tak bisa melindungi mereka.. Apa yang... Apa yang..."

Hashi K: (Membayangkan saat Itama meninggal) ".... Bukankah kau sudah tak punya saudara lagi?"

Madara K: "Aku masih punya seorang adik. (Mengepalkan tangannta di tanah) Dan aku akan melindunginya apapun yang terjadi!!"

Hashi K: (terdiam sejenak) ".... Ayo kita bagun sebuah pemukiman disini!! Ayo kita buat tempat dimana anak kecil tidak harus saling membunuh satu sama lain!! Kita akan membangun sekolah dimana anak-anak bisa tubuh besar dan kuat! Terdapat juga sebuah misi yang sesuai dengan Personal Skill dan kekuatannya masing-masing anak! Dan yang sudah Senior akan menetapkan di lever yang tepat. Di desa kita anak-anak tidak diperbolehkan berada dalam medan pertempuran yang keras!"

Madara K: "Heh... Kau satu-satunya orang yang punya ide bodoh seperti itu."

Hashi K: "Lalu apa yang kau pikirkan?"

Madara K: (Merunduk sedikit) "Yeah. Saat kita bangun desa itu... Aku akan melihat adikku dari atas sini..!!

Hashi K: (Tersenyum)

Madara K: "Heheheh"

[Edo Hashi: "Tempat yang itu sekarang disebut Konoha. Saat itu, aku mengambil keputusanku. Aku pilih menolak, untuk bisa membuat idealismeku menjadi kenyataan."]

(Suatu hari mereka bertemu kembali disungai, namun posisi mereka berseberangan, dang salng melempar batu yang sampai ke masing-masing seberang)
Hashi K: "Kita berdua sudah sampai ke seberang"

Madara K: "Batu itu bagus untuk dilempar, kau bisa memilikinya sampai kta bertemu lagi!

(Mereka bakhan saling menangkap batu yang dilemparkan)


(Hingga suatu hari Tobirama menghampiri Hashi)
Hashi K: "!!"

Tobi K: "Kakak, aku ingin bicara denganmu"

(Scene berganti, mereka sudah berada di rumah bersama ayah mereka)
Ayah Hashi: "Kau bertemu dengan seorang anak laki-laki?"

Hashi K: "Bagaimana kau tahu?"

Tobi K: "Ayah menyuruhku untuk membututimu. Aku lebih baik darimu dalam hal pengintaian.  Akhir-akhir ini kau sering pergi keluar, itu mencurigakan."

Ayah Hashi: "Aku telah mencari Info dari Anak itu. Dia dari Klan Uchiha. Dia pernah membunuh beberapa ninja dewasa yang sudah berpengalaman dari Klan kita. Dia sepertinya Shinobi yang sangat berbakat dari lahir."

Hashi K: (Berkeringat) ["Jadi itu benar..."]

Ayah Hashi: "Melihat kau tak terkejut.. Aku berpendapat kau sudah tahu bahwa dia dari kaln lain?"

Hashi K: "Tidak.. Aku tidak tahu. Begitu pula dengannya."

Ayah Hashi: "Kau tahu maksudnya kan? Aku belum mengatakan masalah ini pada siapapun... Jika kau tak mau dianggap sebagai mata-mata... saat kau bertemu anak itu lagi, terus buntuti dia. Gali informasi tentang Uchiha darinya. Ini misi untukmu... Lalu jika ia mengetahuinya... Bunuh dia."

(Hashi terlihat Syok)
Hashi K: "A-apa dia benar dari Klan Uchiha?"

Ayah Hashi: "Iya. Jika ia menyadari kau dari Senju... Dia mungkin juga akan melakukan hal yang sama dan hanya berpura-pura untuk mencuri informasi darimu. Jangan percaya dia."

Hashi K: "Tapi dia tak pernah..."

Ayah Hashi: "Kau tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Jika kau ditipunya, kau telah membuat Klan Senju dalam bahaya. Tobirama dan aku sendiri akan datang denganmu.. mengerti?"

(Akhirnya suatu hari merekapun bertemu lagi ditempat yang sama)
Madara K: "Pertama-tama.. ayo kita gunakan batu kita untuk memberi salam"

Hashi K: "Ya..."

(Masing-masing dari Mereka mengambil batunya lantas melemparnya, saat mereka menangkapnya ada sesuatu yang membuat mereka terkejut setelah melihat batu tadi)
Madara K: "Hashirama... Maaf.. Aku baru ingat hari ini ada sesuatu yang harus kulakukan."

Hashi K: (Terkejut dan berkeringat) ".... Aku mengerti... Ya sudah aku akan pulang hari ini."

(Ternyata Batu dari Madara bertuliskan "Cepat Lari", sedangkan dari Hashi "Ini jebakan. Pergi dari sini". Madara dan Hashi dengan cepat kabur.)
Ayah Hashi: "Dia cepat sekali... apa dia mau kabur? Hashirama pasti mengatakan yang sebenarnya!! Ayo Tobirama!!"

Tobi K: "Baik!!"

(Namun belum sempat mengejar mereka dihadang oleh dua orang, 1 Dewasa, 1 Anak)
Dewasa: "Jadi kita punya rencana yang sama... BUTSUMA SENNU!"

Anak: "Dan juga Tobirama!" 

Ayah Hashi (Butsuma Senju): "Jadi begitu... TAJIMA UCHIHA!"

Tobi K: "Dan juga Izuna!"



#Senju Vs Uchiha... Pertarungan yang tak bisa dihindarkan!??

(Ternyata itu Ayah madara bernama TAJIMA UCHIHA bersama Izuna. Dan diketahui nama Ayah Hashi adalah BUTSUMA SENJU)

Friday, 1 March 2013

naruto chapter 622

ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 622, " MENUJU SISI LAIN "
==========================

Madara kecil terlihat kesal karena Hashirma tak kunjung memberitahu namanya. 
"Kutanya, kamu siapa!?" bentak anak itu. Hashirmapun menjawab, 
"Namaku Hashirama. Tapi, aku tak bisa menyebutkan nama lengkapku."

Sejenak Madara sempat terdiam, bingung, tapi kemudian ia tak terlalu mempedulikannya. Bocah itu kemudian kembali mengambil batu, dan memasang aba-aba untuk melemparnya ke sungai.
"Hashirama, kan, lihat, kali ini aku pasti berhasil!"

Madara kecilpun melemparnya. Melihat gerakkan anak itu, Hashirama kecil berpikir,
"Caranya melempar itu batu, dia pasti pintar dalam melempar shuriken."

Namun tetap saja, pada akhirnya lemparan Madara gagal menpai sisi lain dari sungai itu.

Naruto Chapter 622 - Menuju Sisi Lain
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Sial!!" teriak Madara kecil. Ia berbalik ke arah Hashirama dan kemudian membentaknya,
"Kau berdiri di belakangku sengaja untuk mengacaukan konsentrasiku, kan!? Aku sangat sensitif, aku bahkan tak bisa kencing jika ada yang berdiri di belakangku."


"Maaf ..." ucap Hashirama, ia berjongkok dan tampak benar-benar menyesal.
"Eeh? Kau tak perlu sedepresi itu. Ma-maaf ya, tadi itu aku hanya membuat alasan." ucap Madara.

"Aku ... tidak tahu ... aku tak tahu kalau kau punya gejala aneh seperti itu." ucap Hashirama.
"Kau itu orang baik atau buruk, sih!!?" bentak Madara.
"Hahaha!" Hashirama bangun dan ekspresinya mendadak berubah ceria,
"Tapi kau tahu kan kalau aku lebih hebat darimu dalam melempar batu?"

"Lain kali kau yang akan kulempar!!!" bentak Madara.
"Maaf." lagi-lagi Hashirama memasang wajah depresi.
"Aku tak bermaksud untuk membuatmu marah. Kalau kau memang mau melemparku, aku sudah siap, lakukan saja."

"Hei hei, apa kau sadar kalau kau itu mengganggu, hah?"

"Tapi ..." ucap Hashirama kecil, "Aku harap kau bisa melemparku sampai sisi lain sungai." lanjutnya dengan nada mengejek.
"Dasar mengganggu, pergi sana!!!!" usir Madara.
"Baiklah kalau begitu." ucap Hashirama.
"Ti-tidak, tunggu!!!" Madara kecil hanya bercanda.
"Kau menyuruhku pergi atau tetap di sini, sih? Bisa kau mengatakannya dengan lebih jelas?"

"Eh?" Mereka berdua tiba-tiba dikagetkan dengan sesosok mayat yang mengapung di sungai. Mayat seorang shinobi.

"Apa itu?" Tanya Madara, sementara Hashirama kecil langsung ke sungai dan menghampirinya. Hashirama kecil mampu berjalan di atas air. Kemudian Madara sadar,
"Apa kamu ... seorang shinobi?"

"Sepertinya perang akan sampai kemari. Pulanglah." ucap Hashirama.
Ia melihat ke arah mayat itu, dan kemudian ke arah lambang ninjanya.
"Ini ... lambang dari klan Hagoromo." pikir Hashirama. Saat itu, masih belum ada desa. Hanya kumpulan dari klan-klan.

"Aku harus pergi. Sampai jumpa ..." Hashirama meloncat dan pergi ke sisi lain sungai. Tapi sebelum itu, dari tempatnya Madara kecil memperkenalkan diri.
"Namaku Madara. Tidak memberitahukan nama lengkap pada orang asing, itu salah satu aturan shinobi, kan?"

"Seperti dugaanku, ternyata kau shinobi juga." ucap Hashirama. Mereka telah berada di sisi sungai yang berlainan. Mereka memiliki sifat yang berbeda. Tapi waktu itu, Hashirma dapat merasakan kalau entah kenapa mereka seolah dekat. Hashirama juga merasa kalau ia mampu mengerti kenapa Madara datang ke sungai itu.

Hashirama pergi, dan kemudian sampai di suatu tempat pemakaman. Banyak shinobi dari klan Senju mati saat itu, dan merekapun dikuburkan.
"Kawarama ..." ucap sedih Hashirama. Karena Kawarama, salah seorang temannya juga tewas.

"hiHiks." salah seorang teman Hashirama menangis. Tampak tiga orang anak, Hashirama, adiknya, dan anak yang menangis itu. Mereka bersama dengan seorang shinobi dewasa, semacam pembimbing mereka.

"Shinobi tak seharusnya merengek seperti itu." ucap shinobi itu.
"Mereka memang lahir untuk mati dalam pertempuran. Harusnya kalian bersyukur mayatnya masih bisa dikubur secara utuh. Kali ini, musuh kita bukan hanya klan Hagoromo, tapi juga klan Uchiha. Mereka benar-benar kejam!"

"Kawarama masih tujuh tahun!!" ucap Hashirama, sedikit membentak.
"Berapa lama perang ini akan terus berlanjut!!?" bentaknya lagi. Tapi shinobi dewasa itu hanya menjawab,
"Sampai semua musuh kita habis. Perjalanan menuju dunia yang tanpa perang tidaklah mudah."

"Dan demi itu kau juga mengorbankan anak-anak?"

"!!!" lelaki itu tersinggung mendengar perkataan Hashirama, dan kemudian memukulnya.

"Aku tak akan membiarkanmu menghina Kawarama!! Dia adalah seorang shinobi hebat yang mati dalam pertarungan, dia bukan anak-anak!!!" bentak lelaki itu.

"Apa kau baik-baik saja, kak Hashirama?" tanya anak tadi. Kakak? Apa jangan-jangan tiga anak tadi bersaudara semua? Apa saudara Hashirama bukan hanya Tobirama?
"Kau tahu kan, apa yang akan terjadi kalau berani melawan ayah." ucap Tobirama.

"Itama ... Tobirama ... Aku tak mau kalian juga mati dalam rasa sakit." pikir Hashirama. Kemudian, ia kembali membentak ayahnya,
"Bagaimana bisa kau mengatakan kalau Senju adalah klan yang penuh dengan cinta!? Shinobi hebat apanya!? Bagiku itu hanya kelompok orang dewasa yang membawa anak-anak menuju kematian mereka! kita juga melakukan hal yang sama dengan klan Uchiha!!"

"Itu adalah respek bagi musuhmu." ucap lelaki tadi, yang ternyata ayah Hashirma.
"Meskipun seorang bayi, selama ia memiliki senjata, ia adalah musuh. Dan merubah anak-anak menjadi shinobi yang hebat, itu berarti kau mencintainya."

"Apa kita harus mati untuk menjadi shinobi yang hebat!!?" bentak Hashirama lagi, ia benar-benar masih belum puas.
"Yang bisa dilakukan hanya membunuh atau dibunuh, bahkan tanpa tahu bagaimana mulainya. Kau bahkan tak boleh mengatakan nama lengkapmu karena itu berbahaya, Dunia Shinobi ini benar-benar keliru!!!"

"!!!!" Ayahnya kembali marah, "Orang-orang sepertimulah yang disebut anak-anak!!!" ia kembali bersiap untuk memukul anaknya. Namun, Tobirama menghalanginya.
"Ayah, hari ini kakak hanya sedang depresi. Tolong maafkan dia." ucapnya.

Akhirnya, ayah mereka membatalkan niatnya.

Setelahnya, mereka bertiga, tiga anak itu pergi ke suatu tempat dan berbincang-bincang.
"Orang dewasa memang bodoh." ucap Tobirama.
"Kalau mereka ingin berhenti bertarung, harusnya mereka membuat suatu kesepakatan dengan musuh."

"Tapi, bagaimana dengan keluarga kita yang sudah dibunuh? Bagaimana dengan perasaan rekan-rekanmu?" ucap Itama.
"Pemikiran seperti itulah yang akan membuatmu mati juga." ucap Tobirama.
"Kau dan orang-orang dewasa terlalu marah karena hal itu. Mulai dari sekarang, Shinobi harusnya merefresh perasaan mereka. Menciptakan peraturan, serta menghindari pertarungan yang tidak perlu."

"Hah, aku penasaran apakah hal seperti itu mungkin terjadi." ucap Hashirama.
"Untuk membuat kesepakatan yang nyata, yaitu sebuah aliansi ..."

"Kesepakatan yang nyata?"

Pada masa perang, rata-rata harapan hidup seorang shinobi dan masyarakat biasa adalah sekitar tiga puluh tahun. Yang membuatnya rendah adalah, banyaknya anak kecil yang mati ...

"Itama!!!!" teriak khawatir orang-orang senju. Mereka terlambat. Saat tiba, anak kecil bernama Itama itu sudah tewas terbunuh oleh genjutsu klan Uchiha.

Hari-hari berlalu, Hashirama kecil terlihat duduk menyendiri di pinggir sungai.
"Hei, sudah lama ya." ucap Madara yang tiba-tiba saja menghampirinya. Ia kemudian bertanya,
"Hashirama, kenapa kali ini kau tampak begitu depresi? Apa sesuatu telah terjadi?"

"Aku ... aku, tak ada apa-apa." ucap Hashirma. Tapi, Madara tahu kalau ia berbohong.
"Kau berbohong, ayolah, kau bisa menceritakannya padaku." ucapnya.
"Bukan apa-apa ..." ucap Hashirama brusaha tdk mau cerita.

"Tak apa, katakan saja."
"Tidak, sungguh, bukan apa-apa."
"Kau terlalu berlebihan, aku akan mendengarnya."
"Tapi sungguh, tak ada apa-apa. Tak ada ... apa-apa, hiks ..." Hashirama menangis.
"Pasti ada apa-apa kan!? Katakan!!" bentak Madara.

"Itu ... adikku mati." ucap Hashirama. Ternyata memang benar, anak tadi memang saudaranya. Tapi sayang, ia telah meninggal. Madara terdiam, sementara Hashirama melanjutkan ceritanya.
"Alasan kenapa aku datang kemari adalah karena itu. Dengan melihat ke arah sungai, aku merasa seolah perasaan sedih ini terbawa oleh sungai. Namamu Madara, kan? Kupikir kau juga seperti itu."ujarnya

Madara kecil masih terdiam, berusaha memahami
"Apa kau ... punya saudara?" tanya Hashirma. Kemudian Madara mengambil sebuah batu, dan mulai bercerita.
"Aku punya empat saudara laki-laki. Yah, aku 'memiliki' mereka."

"Hm?"

"Kita adalah shinobi. Kita mungkin mati kapan saja. Satu-satunya cara untuk tidak mati adalah dengan menujukkan apa yang sebenarnya kau pikirkan pada musuhmu, tanpa menyembunyikan apapun, dan berteman dengan mereka. Tapi, sepertinya itu mustahil. Karena ... tak mungkin untuk melihat apa yang sebenarnya orang pikirkan, dan bagaimana perasaan terdalam mereka."

Madara kecil melempar batu yang dipegangnya.

"Apakah memang mustahil ... Untuk saling menunjukkan pemikiran asli kita?"

"Aku tak tahu." ucap Madara,
"Tapi aku selalu datang kemari dengan harapan, kalau itu bukanlah hal yang mustahil." lemparan Madara akhirnya sampai di sisi lain sungai.
"Saat ini, kurasa ada satu. Setidaknya bukan hanya kau, tapi aku juga sudah bisa mencapai sisi yang lainnya."

Harapan Madara telah sampai di sisi yang lain. Dua anak dari klan yang bermusuhan, mereka berdua akan menjadi sosok penting dalam sejarah terciptanya dunia shinobi di masa depan.

========================
Bersambung ke Naruto Chapter 623

Saturday, 23 February 2013

naruto chapter 621

ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 621 " HASHIRAMA DAN MADARA "
===========================
SEBUAH PERTARUNGAN YG MEMULAI SEGALANYA,
chapter Kali ini adalah Flashback menceritakan pertarungan antara Hashirama dan Madara. Mereka bertarung, saling serang dengan jutsu andalan masing-masing. Serangan-serangan tersebut saling beradu bahkan sampai menciptakan ledakan besar yang terlihat dari langit.
-BLOOOWMMM....
Dari ledakkan itu, tampak dua sosok raksasa yang mengerikan.
Hashirama berdiri di atas sesosok mahluk yang terbuat dari elemen kayu, hal yang membuat Madara cukup kaget dan berkata,
"Ingin menggunakan Mokuton - Gobi no Jutsu untuk melawan Bijuu?"ujarnya.
Yg Madara sendiri duduk di atas sosok yang lebih mengejutkan. Tak hanya sekedar Kyuubi, melainkan Kyuubi yang tubuhnya sudah dilapisi jubah perang. Ya, Madara melapisi Kyuubi dengan Susanoo.
Sebuah Kombinasi Serangan kuat, membuat takjub hashirama.
"Apa!? Dia membuat Bijuu menggunakan Susanoo layaknya armor? Madara sialan, ternyata kau pintar juga." pikir Hashirama, yang malah tampak semakin menikmati pertarungan.

Naruto Chapter 621 - Hashirama dan Madara
Teks Version by www.Beelzeta.com

dgn gabungan kekuatan Madara, Kyuubi memegang pedang Susanoo Madara, lalu menggunakannya untuk menebas Hashirama.
-Hcratttt.... Trak...
Namun berhasil diblok,
"Aku bisa memprediksi bagaimana kau akan menggunakan pedang itu!!" ucap Hashirama yg telah menahannya dengan jutsu Mokuton, "Mokuton - Hotei no Jutsu!!" Kedua tangan raksasa kayu Hashirama menahan serangan itu.

Tak hanya sampai sana, jutsu Hashirama terus berlanjut. Di sekitar Kyuubi, muncul tangan-tangan raksasa elemen kayu yang siap untuk menyergapnya. Namun, Madara mampu mengantisipasinya. Kyuubi mengayunkan pedangnya, menciptakan tebasan tiga ratus enam puluh derajat yang membuat tangan-tangan itu putus.
Trass.. Trass..
Dan bahkan, gunung-gunung di sekitar mereka juga ikut terbelah.


Hashirama meloncat dari monsternya, kemudian berusaha untuk menjauh sejauh mungkin. "Kalau begini terus, bisa-bisa tempat ini akan benar-benar hancur. Kami harus mendekat ke laut." pikir Hashirama sambil meloncat di puing-puing yang berjatuhan.

"Aku tak akan membiarkanmu meloloskan diri!!" teriak Madara, masih terus mengejar dengan Kyuubi berjubah Susanoo itu. "Apa kau hanya bisa berlari, hah!!?" Madara bersiap untuk menembakkan bijuudama dari Kyuubi. Dan tak hanya sebatas itu, bola hitam tersebut juga ditusuki dengan pedang chakra yang Kyuubi bawa. Jadi setelah ditembakkan, serangan itu membentuk putaran mirip shuriken berkekuatan super.
"Kau tak akan bisa menghindarinya lagi, apa yang akan kau lakukan, hah!!?" ucap Madara.


Hashirama tak tampak ketakutan. Ia berhenti, lalu membalikkan badan dan kemudian menggigit jempolnya, lalu menciptakan segel Pemanggilan.
-Prak...
"Kuchiyose ... Gojuu Rashoumon!!!!" Hashirama memunculkan gerbang pertahanan berlapis, mirip seperti yang Orochimaru gunakan saat menahan bijuudama Naruto hanya saja lebih besar.

"Dengan ini ..."

"Dia merubah lintasan tembaknya!?" pikir kaget Madara. Meski tak mampu menahan sepenuhnya, setidaknya pertahanan tersebut mampu membelokkan tembakan Madara. Sehingga, bijuudama dengan pedang tadi melesat menuju laut. Namun ... Tembakkan itu terus melesat hingga sampai di pulau berikutnya dan meledak di sana.

"Serangannya mencapai sisi pantai yang lain!?" ucap kaget Hashirama.
"Hashirama, sudah lama semenjak pertarungan terakhir kita. Aku yakin kau pasti menyadari betapa banyak aku berkembang." ucap Madara.

"Hah, apa kau ingin menghancurkan semua yang sudah kita lakukan sejauh ini!? Semua usaha kita!!?" ucap Hashirama, sambil tetap dengan kuda-kuda siap bertarung.
"Pertarungan kita tak akan menghasilkan apapun, ini hanya akan membawa luka bagi desa dan shinobi!! Ini adalah penghinaan bagi saudara dan rekan kita!!"Tegas Hashirama.

"Berani-beraninya kau ..." kesel Madara malah semakin marah ketika mendengar itu.

"Aku tak ingin membunuhmu!!" ucap Hashirama.
"Apa kau merasa kalau kau bisa membunuhku jika kau mau!?" ucap Madara.
"Tidak!" Sahut Hashirama,
"Aku hanya berpikir kalau kita adalah teman." lanjutnya.

"Aku sudah jauh lebh kuattt!!!" teriak Madara,
-GROOOOARHHH....
yang diikuti dengan raungan kyuubi berjubah Susanoo Bersiap melancarkan serangan.

Posisi Madara saat ini benar-benar seolah tak terkalahkan. Namun, Hashirama tetap tak mau kalah, dan kemudian mengeluarkan salah satu jutsu terkuatnya.
"Tak ada jalan lain lagi.."Ucap Hashirama sambil pejamkan mata, dan Kemudian merapal sebuah Jutsu:
"Senpou ... Mokuton, Shinsuusenju!!!!.."
-Srankkkk..
Tiba2 Saja Sebuah Tanda khusus keluar dan melapisi wajah Hashirama, sama seperti saat Tsunade berada di mode terkuatnya. perubahan Raut wajahx disertai munculnya muncul sosok Raksasa Dewa, mirip budha raksasa dengan ribuan tangan di belakangnya. Monster tersebut begitu besar, yg bahkan ukurannya beberapa kali lebih besar dari Kyuubi.

"Aku datang, Madara!!!" teriak Hashirama maju menyerang. Begitupun Madara maju pula melancarkan serangan
"Keluarkan serangan terbaikmu, Hashirama!!"Ujar Madara Sambil maju dgn mengayunkan Senjata Kipas.
Saat Bentrokan 2 Kekuatan Dasyat akan terjadi
tiba-tiba, scene berpindah, menuju Flasback yang bahkan lebih jauh lagi dimana awal Saat Hashirama dan Madara bertemu ketika masih kecil...

----- Flashback -----
-Crak.. Crak.. Crak..
Sebuah Batu melaju cepat di atas air meloncat2 lalu tenggelam,
"Ukhh!!"
kesel seorang anak yg ternyata sejak td melempar batu di sungai. Namun, lemparannya tak pernah bisa sampai menyentuh sisi sungai yang satunya.
"Huh, lain kali aku pasti bisa membuatnya sampai ke sisi seberang." ucap anak kecil itu, yang tak lain adalah Madara kecil.

Ia kembali mencoba melempar dgn mengambil batu kecil, namun ia hentikan,
krn Ada seseorg yg telah duluan melempar Batu kecil ke sungai hingga lemparan trsebut sampai kesebrang.

"Harusnya kau melemparnya sedikit lebih tinggi." ucap seorang anak laki-laki yang tiba-tiba saja datang dibelakang dan madara menoleh.
"Itulah bagaimana caranya." ucap anak itu.

Sejenak Madara terdiam sepertinya kesel lagi, melihat ke arah anak itu, dan kemudian berkata,
"Aku tahu itu. Kalau aku benar-benar mau, aku pasti bisa." ucap Madara.
"Ngomong-ngomong, kamu siapa?" Madara bahkan tidak tahu siapa dia.

Kemudian, anak kecil itu memperkenalkan diri.
"Hmm, sekarang, bisa dibilang aku adalah saingan melempar batumu. Yah, lemparanku sudah mencapai sisi satunya sih." ucap anak itu, yang tak lain adalah Hashirama kecil.

Pertemuan dan takdir, itulah pertama kali Hashirama bertemu Madara.

BAGAIMANA LANJUTAN KISAHNYA??
spertinya Chapter2 kdpan lebih banyak diisi dgn Flashback :D
==========================
Bersambung ke Naruto Chapter 622

Saturday, 16 February 2013

naruto chapter 620

ALUR CERITA NARUTO CHAPTER 620 " HASHIRAMA SENJU "
===========================

Sebuah Pertanyaan dilontarkan Sasuke pd Hokage Pertama,

"Hmm, apa itu desa dan shinobi?" ucap Hashirama masih pikir-pikir dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Sasuke.
"Itachi ... Kakakku telah dimanfaatkan oleh desa. Namun, ia tetap meresikokan hidupnya untuk melindungi desa, dan bangga karena telah mati sebagai shinobi Konoha. Dia membunuh keluarganya, dan dia sendiri mati demi melindungi desa ..."ujar Sasuke

"Apa itu sebenarnya? Dan shinobi yang telah menciptakan semua ini, apa mereka sebenarnya? Aku ingin mendengar kebenarannya darimu, sebelum aku mengambil keputusan." lanjut Sasuke, mata mangekyounya telah kembali ke mode biasa.
"Akankah aku membalas dendam pada Konoha, atau ..."
kata Sasuke terhenti.

Naruto Chapter 620 - Senju Hashirama
Teks Version by www.Beelzeta.com

Sesaat, Sasuke sempat teringat akan waktu itu, suatu ketika saat ia masih bersama dengan Orochimaru.
"Orochimaru ..." Sasuke hendak menanyakan sesuatu.
"Apa?" Orochimaru menghadap ke Sasuke, kemudian Sasuke mulai menjelaskan pertanyaannya.
"Kau mencoba untuk menghancurkan Konoha. Awalnya, aku percaya padamu saat kau mengatakan kalau itu hanya karena kau ingin. Tapi sekarang, aku tahu kalau itu tidaklah benar. apa alasanmu yang sebenarnya?"tanya Sasuke.
Flashback berakhir sebelum Orochimaru menjawab.

Kembali ke Sasuke, setelah mendengar kalau ia akan membalas dendam, hokage kedua emosi,
"Membalas dendam pada Konoha? Jadi kau juga telah dikuasai oleh iblis Uchiha, bocah ... Kau, akan ku ...!"Kesel Tobirama terhenti,

"Hokage kedua!"
"Tobirama ..."Sela Hashirama

Hokage pertama menatap adiknya. Tak seperti sebelumnya, kali ini ia begitu mengerikan. Orang-orang di sekitar mereka kaget,
"Te-tekanan macam apa ini ..." pikir Suigetsu gemetar.

"Turunkan jarimu." perintah Hashirama. Tobirama seolah tak bisa melawan, dan akhirnya menuruti kata-kata kakaknya.
"Baiklah ... tapi kau tak perlu membangkitkan chakramu sebesar itu, kakak." ucap hokage kedua, dan mengembalikan posisi jarinya yang samar-samar hendak merapal jutsu.

"Gahahaha!! Maaf, maaf!!" ucap Hashirama sambil tertawa. Sasuke terdiam, begitu juga rekan-rekannya.
"W-wow ..." ucap hokage keempat, debu-debu dari atap berjatuhan hanya karena tekanan tadi.
"Kau selalu seperti biasanya, Hashirama-sama ..." pikir hokage ketiga.

"Huh ..." hokage kedua memalingkan wajahnya.

"Ngomong-ngomong, kau benar-benar memiliki kakak yang hebat, Sasuke. Kurasa dia shinobi yang lebih baik daripada aku. Aku bisa saja membicarakan mengenai desa padamu, tapi ini pasti akan menjadi cerita yang panjang." ucap hokage pertama.

"Kalau memungkinkan, aku ingin anda menjelaskan apa yang Sasuke ingin tahu secara singkat. Kami tak punya banyak waktu." ucap Orochimaru.
"Tak punya banyak waktu?"tanya hokage 3 Hiruzen,

"Sekarang kita sedang dalam perang. Uchiha Madara telah dibangkitkan kembali dan berencana untuk memusnahkan seluruh shinobi dari dunia ini." jelas Orochimaru.

Dan mendengar hal itu, keempat hokage kaget.

"Aaakh, dunia memang selalu berperang." ucap hokage pertama smbil memegang wajahx dgn rasa kecewa,
"Yah, tepat, aku bisa merasakan chakra yang kuat dari arah jam dua." ucap hokage kedua.
Di sisi lain, hokage keempat baru menyadari sesuatu.
"Ini ... chakra Kyuubi dan Naruto." pikirnya. "Begitu! Jadi kau berhasil melakukannya, Naruto, dan sekarang kalian bertarung bersama ..."ucap Minato dgn bangga.

"Sepertinya memang benar, aku juga bisa merasakan chakra Madara." ucap hokage kedua.
"Kalau begitu, kita juga harus pergi ke medan perang!!" ucap hokage ketiga.

"Kalian dikendalikan oleh Edo tenseiku, aku bisa membatasi gerakan kalian." ucap Orochimaru.
"Kalau kalian tetap mau pergi, kalian bisa pergi setelah pembicaraan ini selesai." lanjutnya.

"Kita bisa bicara nanti!! Apa kau mengerti betapa seriusnya keadaan kalau Madara kembali!?" ucap hokage ketiga.
"Aku berada di pihak anak ini." ucap Orochimaru. "Kalau Sasuke tidak puas, aku bisa saja menggunakan kalian untuk menghancurkan Konoha."tuturnya.

"Cih, di saat seperti ini, jutsu ini ..."kesel hokage 3

"Orochimaru, kurasa kau salah mengerti." ucap hokage kedua.
"Mengembangkan keakuratan dan kemanjuran jutsu ini adalah kesalahanmu. Kali ini kami bangkit ke dunia dengan hampir seluruh kekuatan kami." hokage kedua menempelkan telapak tangan di dinding dan kemudian meretakkannya.
-Prak..rak...
"Aku tak akan membiarkanmu menahanku dengan Edo Tenseimu. Akulah yang menemukan jutsu ini. Dan pada akhirnya, kakak, bagaimanapun aku akan pergi." ucap hokage kedua.

Tapi tiba-tiba, deg ...
"Cih, aku tak bisa bergerak." ternyata Edo Tensei Orochimaru leih kuat dari yang ia kira.

"Sarutobi, kau telah menciptakan shinobi yang hebat." ucap hokage pertama.

"Adalah suatu kehormatan bagiku dipuji oleh dewanya Shinobi." ucap Orochimaru.
"Hahaha, kau menambah kemampuan menahannya dengan menggunakan selku. Tobirama, sepertinya kemampuanmu sudah semakin berkurang."tanggap hashirama

"Anak ini ... Setelah kurasakan lebih baik baik, hampir seluruh tubuhnya terbuat dari sel kakak." pikir hokage kedua.

"Baiklah, kalau begitu ..." hokage pertama melakukan sesuatu. Orochimaru kaget,
"Hokage pertama, dia berbeda. Dia melepas belengguku, aku harus berhati-hati." pikir Orochimaru.

"Tenang saja, Orochimaru." ucap hokage pertama.
"Pertama-tama, aku akan membebaskan anak ini dari perasaan yang terus membelenggunya. Aku tak tahu apa yang anak Uchiha ini pilih setelah mendengar kata-kataku, tapi kalau aku tidak mempedulikannya, tidak diragukan lagi dia hanya akan menjadi Madara yang baru. Kalau begitu, meskipun perang berakhir, kemenangan kita tak akan ada artinya."kata hashirama membuat smua jadi tenang.

"Hah, lakukan saja sesukamu, kakak." ucap hokage kedua.

"Oh, yah, mulai dari mana ya? ya, benar ..." hokage pertama duduk dan mulai bercerita.
"Berbicara mengenai desa dan shinobi ..."

Flashback ke saat pertarungan antara hokage pertama dan Madara. Hashirama berdiri di atas kayu ciptaannya, dengan gulungan berukuran besar berada di punggungnya. Sementara itu Madara, ia berdiri di atas kepala Kyuubi, dengan mata yang telah berada di mode Eternal.

"Mokuton! Mokuryuu no Jutsu!!" Hokage pertama membuat naga dari kayu yang kemudian melilit tubuh Kyuubi. Akan tetapi, kyuubi mampu menyerangnya dengan bijuudama.
"Mokuton! Mokujin no Jutsu!!" Hashirama kembali menciptakan monster dari kayunya dan menyerang, namun Madara tak hanya diam dan kemudian menggunakan Susano'onya.

Pertarungan antara lelaki yang disebut-sebut sebagai dewa para shinobi, melawan duet Uchiha terkuat dan Kyuubi. Setelah ini, sejarah mereka akan terkuak.

"... Aku harus memulainya dari Uchiha dan Senju."
Sebuah Pertarungan xg dashyat dimasa lampau..

BAGAIMANA LANJUTAN KISAHNYA?
===========================
Bersambung ke Naruto Chapter 621